KETERCAPAIAN PRESTASI BELAJAR


Kegiatan Belajar
Terhadap Prestasi Yang Dicapai

A. Pengertian Belajar
Sebelum membicarakan pengertian prestasi belajar, terlebih dahulu akan dikemukakan apa yang dimaksud dengan belajar. Para pakar pendidikan mengemukakan pengertian yang berbeda antara satu dengan yang lainnya, namun demikian selaku mengacu pada prinsip yang sama yaitu setiap orang yang melakukan proses belajar akan mengalami suatu perubahan dalam dirinya.
Menurut Slameto (1995:2) belajar adalah “suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya.” Selanjutnya Winkel (1996:53) belajar adalah “suatu aktivitas mental/psikis yang berlangsung dalam interaksi yang aktif dengan lingkungan, yang menghasilkan perubahan-perubahan dalam pengetahuan, pemahaman, keterampilan dan nilai sikap. Perubahan itu bersifat secara relatif konstant.” Kemudian Hamalik (1983:28) mendefinisikan belajar adalah “suatu pertumbuhan atau perubahan dalam diri seseorang yang dinyatakan dalam cara-cara bertingkah laku yang baru berkat pengalaman dan latihan.”

B. Pengertian Prestasi Belajar
Kemampuan intelektual siswa sangat menentukan keberhasilan siswa dalam memperoleh prestasi. Untuk mengetahui berhasil tidaknya seseorang dalam belajar maka perlu dilakukan suatu evaluasi, tujuannya untuk mengetahui prestasi yang diperoleh siswa setelah proses belajar mengajar berlangsung.
Adapaun prestasi dapat diartikan hasil diperoleh karena adanya aktivitas belajar yang telah dilakukan. Namun banyak orang beranggapan bahwa yang dimaksud dengan belajar adalah mencari ilmu dan menuntut ilmu.
Ada lagi yang lebih khusus mengartikan bahwa belajar adalah menyerap oengetahuan. Belajar adalah perubahan yang terjadi dalam tingkah laku manusia. Proses tersebut tidak akan terjadi apabila tidak ada suatu yang mendorong pribadi yang bersangkutan.
Prestasi belajar merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan dari kegiatan belajar, karena kegiatan belajar merupakan proses, sedangkan prestasi merupakan hasil dari proses belajar. Memahami pengertian prestasi belajar secara garis besar harus bertitik tolak kepada pengertian belajar itu sendiri. Untuk itu para ahli mengemukakan pendapatnya yang berbeda-beda sesuai dengan pandangan yang mereka anut. Namun dari pendapat yang berbeda itu dapat kita temukan satu titik persamaan. Sehubungan dengan prestasi belajar, Poerwanto (1986:28) memberikan pengertian prestasi belajar yaitu “hasil yang dicapai oleh seseorang dalam usaha belajar sebagaimana yang dinyatakan dalam raport.”
Selanjutnya Winkel (1996:162) mengatakan bahwa “prestasi belajar adalah suatu bukti keberhasilan belajar atau kemampuan seseorang siswa dalam melakukan kegiatan belajarnya sesuai dengan bobot yang dicapainya.” Sedangkan menurut S. Nasution (1996:17) prestasi belajar adalah: “Kesempurnaan yang dicapai seseorang dalam berfikir, merasa dan berbuat. Prestasi belajar dikatakan sempurna apabila memenuhi tiga aspek yakni: kognitif, affektif dan psikomotor, sebaliknya dikatakan prestasi kurang memuaskan jika seseorang belum mampu memenuhi target dalam ketiga kriteria tersebut.”
Berdasarkan pengertian di atas, maka dapat dijelaskan bahwa prestasi belajar merupakan tingkat kemanusiaan yang dimiliki siswa dalam menerima, menolak dan menilai informasi-informasi yang diperoleh dalam proses belajar mengajar. Prestasi belajar seseorang sesuai dengan tingkat keberhasilan sesuatu dalam mempelajari materi pelajaran yang dinyatakan dalam bentuk nilai atau raport setiap bidang studi setelah mengalami proses belajar mengajar.
Prestasi belajar siswa dapat diketahui setelah diadakan evaluasi. Hasil dari evaluasi dapat memperlihatkan tentang tinggi atau rendahnya prestasi belajar siswa.

C. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Prestasi Belajar
Untuk mencapai prestasi belajar siswa sebagaimana yang diharapkan, maka perlu diperhatikan beberapa faktor yang mempengaruhi prestasi belajar antara lain; faktor yang terdapat dalam diri siswa (faktor intern), dan faktor yang terdiri dari luar siswa (faktor ekstern). Faktor-faktor yang berasal dari dalam diri anak bersifat biologis sedangkan faktor yang berasal dari luar diri anak antara lain adalah faktor keluarga, sekolah, masyarakat dan sebagainya.

1. Faktor Intern
Faktor intern adalah faktor yang timbul dari dalam diri individu itu sendiri, adapun yang dapat digolongkan ke dalam faktor intern yaitu kecedersan/intelegensi, bakat, minat dan motivasi.

Kecerdasan/intelegensi
Kecerdasan adalah kemampuan belajar disertai kecakapan untuk menyesuaikan diri dengan keadaan yang dihadapinya. Kemampuan ini sangat ditentukan oleh tinggi rendahnya intelegensi yang normal selalu menunjukkan kecakapan sesuai dengan tingkat perkembangan sebaya. Adakalany perkembangan ini ditandai oleh kemajuan-kemajuan yang berbeda antara satu anak dengan anak yang lainnya, sehingga seseorang anak pada usia tertentu sudah memiliki tingkat kecerdasan yang lebih tinggi dibandingkan dengan kawan sebayanya. Oleh karena itu jelas bahwa faktor intelegensi merupakan suatu hal yang tidak diabaikan dalam kegiatan belajar mengajar.
Menurut Kartono (1995:1) kecerdasan merupakan “salah satu aspek yang penting, dan sangat menentukan berhasil tidaknya studi seseorang. Kalau seorang murid mempunyai tingkat kecerdasan normal atau di atas normal maka secara potensi ia dapat mencapai prestasi yang tinggi.”
Slameto (1995:56) mengatakan bahwa “tingkat intelegensi yang tinggi akan lebih berhasil daripada yang mempunyai tingkat intelegensi yang rendah.”
Muhibbin (1999:135) berpendapat bahwa intelegensi adalah “semakin tinggi kemampuan intelegensi seseorang siswa maka semakin besar peluangnya untuk meraih sukses. Sebaliknya, semakin rendah kemampuan intelegensi seseorang siswa maka semakin kecil peluangnya untuk meraih sukses.”
Dari pendapat di atas jelaslah bahwa intelegensi yang baik atau kecerdasan yang tinggi merupakan faktor yang sangat penting bagi seorang anak dalam usaha belajar.

Bakat
Bakat adalah kemampuan tertentu yang telah dimiliki seseorang sebagai kecakapan pembawaan. Ungkapan ini sesuai dengan apa yang dikemukakan oleh Ngalim Purwanto (1986:28) bahwa “bakat dalam hal ini lebih dekat pengertiannya dengan kata aptitude yang berarti kecakapan, yaitu mengenai kesanggupan-kesanggupan tertentu.”
Kartono (1995:2) menyatakan bahwa “bakat adalah potensi atau kemampuan kalau diberikan kesempatan untuk dikembangkan melalui belajar akan menjadi kecakapan yang nyata.” Menurut Syah Muhibbin (1999:136) mengatakan “bakat diartikan sebagai kemampuan indivedu untuk melakukan tugas tanpa banyak bergantung pada upaya pendidikan dan latihan.”
Dari pendapat di atas jelaslah bahwa tumbuhnya keahlian tertentu pada seseorang sangat ditentukan oleh bakat yang dimilikinya sehubungan dengan bakat ini dapat mempunyai tinggi rendahnya prestasi belajar bidang-bidang studi tertentu. Dalam proses belajar terutama belajat keterampilan, bakat memegang peranan penting dalam mencapai suatu hasil akan prestasi yang baik. Apalagi seorang guru atau orang tua memaksa anaknya untuk melakukan sesuatu yang tidak sesuai dengan bakatnya maka akan merusak keinginan anak tersebut.

Minat
Minat adalah kecenderungan yang tetap untuk memperhatikan dan mengenai beberapa kegiatan. Kegiatan yang dimiliki seseorang diperhatikan terus menerus yang disertai dengan rasa sayang. Menurut Winkel (1996:24) minat adalah “kecenderungan yang menetap dalam subjek untuk merasa tertarik pada bidang/hal tertentu dan merasa senang berkecimpung dalam bidang itu.” Selanjutnya Slameto (1995:57) mengemukakan bahwa minat adalah “kecenderungan yang tetap untuk memperhatikan dan mengenang beberapa kegiatan, kegiatan yang diminati seseorang, diperhatikan terus yang disertai dengan rasa sayang.”
Kemudian Sardiman (1992:76) mengemukakan minat adalah “suatu kondisi yang terjadi apabila seseorang melihat ciri-ciri atai arti sementara situasi yang dihubungkan dengan keinginan-keinginan atau kebutuhan-kebutuhannya sendiri.”
Berdasarkan pendapat di atas, jelaslah bahwa minat besar pengaruhnya terhadap belajar atau kegiatan. Bahkan pelajaran yang menarik minat siswa lebih mudah dipelajari dan disimpan karena minat menambah kegiatan belajar. Untuk menambah minat seorang siswa di dalam menerima pelajaran di sekolah siswa diharapkan dapat mengembangkan minat untuk melakukannya sendiri. Minat belajar yang telah dimiliki siswa merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi hasil belajarnya. Apabila seseorang mempunyai minat yang tinggi terhadap sesuatu hal maka akan terus berusaha untuk melakukan sehingga apa yang diinginkannya dapat tercapai sesuai dengan keinginannya.

Motivasi
Motivasi dalam belajar adalah faktor yang penting karena hal tersebut merupakan keadaan yang mendorong keadaan siswa untuk melakukan belajar. Persoalan mengenai motivasi dalam belajar adalah bagaimana cara mengatur agar motivasi dapat ditingkatkan. Demikian pula dalam kegiatan belajar mengajar sorang anak didik akan berhasil jika mempunyai motivasi untuk belajar.
Nasution (1995:73) mengatakan motivasi adalah “segala daya yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu.” Sedangkan Sardiman (1992:77) mengatakan bahwa “motivasi adalah menggerakkan siswa untuk melakukan sesuatu atau ingin melakukan sesuatu.”
Dalam perkembangannya motivasi dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu (a) motivasi instrinsik dan (b) motivasi ekstrinsik. Motivasi instrinsik dimaksudkan dengan motivasi yang bersumber dari dalam diri seseorang yang atas dasarnya kesadaran sendiri untuk melakukan sesuatu pekerjaan belajar. Sedangkan motivasi ekstrinsik dimaksudkan dengan motivasi yang datangnya dari luar diri seseorang siswa yang menyebabkan siswa tersebut melakukan kegiatan belajar.
Dalam memberikan motivasi seorang guru harus berusaha dengan segala kemampuan yang ada untuk mengarahkan perhatian siswa kepada sasaran tertentu. Dengan adanya dorongan ini dalam diri siswa akan timbul inisiatif dengan alasan mengapa ia menekuni pelajaran. Untuk membangkitkan motivasi kepada mereka, supaya dapat melakukan kegiatan belajar dengan kehendak sendiri dan belajar secara aktif.

2. Faktor Ekstern
Faktor ekstern adalah faktor-faktor yang dapat mempengaruhi prestasi belajar yang sifatnya di luar diri siswa, yaitu beberapa pengalaman-pengalaman, keadaan keluarga, lingkungan sekitarnya dan sebagainya.
Pengaruh lingkungan ini pada umumnya bersifat positif dan tidak memberikan paksaan kepada individu. Menurut Slameto (1995:60) faktor ekstern yang dapat mempengaruhi belajar adalah “keadaan keluarga, keadaan sekolah dan lingkungan masyarakat.”

a. Keadaan Keluarga
Keluarga merupakan lingkungan terkecil dalam masyarakat tempat seseorang dilahirkan dan dibesarkan. Sebagaimana yang dijelaskan oleh Slameto bahwa: “Keluarga adalah lembaga pendidikan pertama dan utama. Keluarga yanng sehat besar artinya untuk pendidikan kecil, tetapi bersifat menentukan dalam ukuran besar yaitu pendidikan bangsa, negara dan dunia.”
Adanya rasa aman dalam keluarga sangat penting dalam keberhasilan seseorang dalam belajar. Rasa aman itu membuat seseorang akan terdorong untuk belajar secara aktif, karena rasa aman merupakan salah satu kekuatan pendorong dari luar yang menambah motivasi untuk belajar.
Dalam hal ini Hasbullah (1994:46) mengatakan: “Keluarga merupakan lingkungan pendidikan yang pertama, karena dalam keluarga inilah anak pertama-tama mendapatkan pendidikan dan bimbingan, sedangkan tugas utama dalam keluarga bagi pendidikan anak ialah sebagai peletak dasar bagi pendidikan akhlak dan pandangan hidup keagamaan.”
Oleh karena itu orang tua hendaknya menyadari bahwa pendidikan dimulai dari keluarga. Sedangkan sekolah merupakan pendidikan lanjutan. Peralihan pendidikan informal ke lembaga-lembaga formal memerlukan kerjasama yang baik antara orang tua dan guru sebagai pendidik dalam usaha meningkatkan hasil belajar anak. Jalan kerjasama yang perlu ditingkatkan, dimana orang tua harus menaruh perhatian yang serius tentang cara belajar anak di rumah. Perhatian orang tua dapat memberikan dorongan dan motivasi sehingga anak dapat belajar dengan tekun. Karena anak memerlukan waktu, tempat dan keadaan yang baik untuk belajar.

b. Keadaan Sekolah
Sekolah merupakan lembaga pendidikan formal pertama yang sangat penting dalam menentukan keberhasilan belajar siswa, karena itu lingkungan sekolah yang baik dapat mendorong untuk belajar yang lebih giat. Keadaan sekolah ini meliputi cara penyajian pelajaran, hubungan guru dengan siswa, alat-alat pelajaran dan kurikulum. Hubungan antara guru dan siswa kurang baik akan mempengaruhi hasil-hasil belajarnya.
Menurut Kartono (1995:6) mengemukakan “guru dituntut untuk menguasai bahan pelajaran yang akan diajarkan, dan memiliki tingkah laku yang tepat dalam mengajar.” Oleh sebab itu, guru harus dituntut untuk menguasai bahan pelajaran yang disajikan, dan memiliki metode yang tepat dalam mengajar.

c. Lingkungan Masyarakat
di samping orang tua, lingkungan juga merupakan salah satu faktor yang tidak sedikit pengaruhnya terhadap hasil belajar siswa dalm proses pelaksanaan pendidikan. Karena lingkungan alam sekitar sangat besar pengaruhnya terhadap perkembangan pribadi anak, sebab dalam kehidupan sehari-hari anak akan lebih banyak bergaul dengan lingkungan dimana anak itu berada.
Dalam hal ini Kartono (1995:5) berpendapat:
Lingkungan masyarakat dapat menimbulkan kesukaran belajar anak, terutama anak-anak yang sebayanya. Apabila anak-anak yang sebaya merupakan anak-anak yang rajin belajar, maka anak akan terangsang untuk mengikuti jejak mereka. Sebaliknya bila anak-anak di sekitarnya merupakan kumpulan anak-anak nakal yang berkeliaran tiada menentukan anakpun dapat terpengaruh pula.

Dengan demikian dapat dikatakan lingkungan membentuk kepribadian anak, karena dalam pergaulan sehari-hari seorang anak akan selalu menyesuaikan dirinya dengan kebiasaan-kebiasaan lingkungannya. Oleh karena itu, apabila seorang siswa bertempat tinggal di suatu lingkungan temannya yang rajin belajar maka kemungkinan besar hal tersebut akan membawa pengaruh pada dirinya, sehingga ia akan turut belajar sebagaimana temannya.

D. Fase dan Teknik yang Efektif dalam Belajar
The Liang Gie (1983:12) membagi fase belajar ke dalam dua fase yaitu fase persiapan belajar dan fase proses belajar. Dalam tiap-tiap fase tersebut cara atau teknik belajar tersendiri.

Fase Persiapan Belajar
Fase ini merupakan fase sebelum belajar, landasar utama bagi pembentukan cara belajar yang baik adalah sikap mental yang baik, yaitu sikap mental yang ditumbuhkan dan dipelihara dengan sebaik-baiknya agar siswa mempunyai kesadaran berupa kesediaan mental. Tanpa kesediaan mental siswa dalam belajar tidak akan bertahan menghadapi berbagai macam kesukaran, terutama pada saat siswa dihadapi paa berbagai masalah yang harus dipecahkan.
Sikap mental yang perlu diusahakan oleh setiap siswa dalam rangka persiapan belajar sekurang-kurangnya mencakup empat segi, yaitu: Tujuan belajar, minat terhadap pelajaran, kepercayaan paa diri sendiri dan keuletan.

Tujuan Belajar
Belajar di sekolah perlu diarahkan pada suatu cita-cita tertentu, cita-cita yang diperjuangkan dengan berbagai macam kegiatan belajar. Tujuan belajar perlu diketahui oleh siswa, agar siswa siap menerima materi pelajaran, seperti apa yang dijelaskan Winarno Surachman (1994:99) bahwa: “Tujuan itu penting anda ketahui terlebih dahulu, sebab jika anda sudah mengetahui tujuan itu maka mental anda pun akan siap menerima, mengolah dan mengatur semua mata pelajaran sesuai dengan tujuan itu.”

Minat terhadap mata pelajaran
Setiap siswa seharusnya menaruh minat yang besar terhadap mata pelajaranyang mereka ikuti, karena minat selain memusatkan pikiran juga akan menimbulkan kegembiraan dalam usaha belajar, seperti yang kemukakan oleh The Liang Gie (1983:12) adalah “keriangan hati akan memperbesar kemampuan belajar seseorang dan juga membentunya tidak melupakan apa yang dipelajarinya itu.”
Materi pelajaran dapat dipelajari dengan baik bila siswa dapat memusatkan pikirannya dan menyenangi materi pelajaran tersebut. Siswa kurang berhasil dalam menerima materi pelajaran itu disebabkan siswa itu tidak tertarik dengan materi pelajaran yang disampaikan.

Kepercayaan kepada diri sendiri
Setiap siswa perlu yakin mereka mempunyai kemampuan kepercayaan kepada diri sendiri perlu dipupuk sebagai salah satu kesiapan sepenuhnya bahwa tidak ada mata pelajaran yang tidak dapat dipahami bila ia mau belajar dengan giat setiap hari.

Keuletan
Hidup seorang siswa selama belajar di sekolah penuh kesukaran-kesukaran, oleh karena itu setiap siswa perlu memiliki keuletan baik jasmani maupun rohani. Untuk memupuk keuletan tersebut hendaknya siswa selalu menganggap setiap persoalan muncul sebagai tantangan yang harus diatasi.
Materi pelajaran yang diberikan guru di sekolah masih mengharuskan siswa melaksanakan aktifitas mental, untuk menanamkan konsep pelajaran yang lebih baik. Untuk itu Herman Hudoyo (1989:15) menyarankan bahwa: “Belajar haruslah aktif, tidak sekedar pasif saja menerima apa yang diberikan. Dapat mengharapkan jika siswa aktif melibatkan diri dalam menemukan suatu prinsip dasar, anak itu akan mengerti konsep yang lebih baik, ingatannya lebih lama dan akan mampu menggunakan konsep tersebut dikonteks yang lain.”

Fase Proses Belajar
Fase ini sangat menentukan seorang siswa berhsail tidaknya di sekolah, pada fase proses belajar ini dituntut kepada siswa untuk menerapkan cara-cara belajar yang sebaik mungkin. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam fase ini antara lain:

a. Pedoman dalam belajar
Pedoman dalam belajar perlu dibuat untuk menjadi petunjuk dalam melakukan kegiatan belajar. Karena setiap usaha apapun tentu ada azas-azas yang dijadikan sebagai pedoman demi suksesnya usaha tersebut. Demikian pula dalam belajar, The Liang Gie (1983:13) mengemukakan bahwa: “Prinsip-prinsip belajar itu sekurang-kurangnya menyangkut tiga hal, yaitu keteraturan, disiplin dan konsentrasi.”
Keteraturan dalam belajar sangat penting artinya, bila siswa ingin belajar dengan baik, maka hendaknya siswa dapat menjadikan keteraturan di dalam belajar itu sebagai hal pokok sesuai dengan saran Al-Falasany (1992:15) bahwa: “Keteraturan belajar adalah pangkal utama dari cara belajar yang baik.”
Di dalam belajar siswa akan berhadapan dengan bermacam-macam rintangan yang dapat menangguhkan usaha belajarnya, tetapi dengan mendisiplinkan dirinya sendiri ia akan dapat mengatasi semua hal itu, Al-Falasany (1992:15) mengemukakan bahwa dengan kemauan yang keras dan dengan disiplin ia akan dapat menjauhi godaan dan gangguan yang mendorongnya malas belajar, ogah-ogahan dan menunda-nunda studi.
Setelah faktor keteraturan dan displin di dalam belajar, maka konsentrasi juga sangat diperlukan pada saat berada dalam proses belajar perlu konsentrasi, tanpa konsentrasi ia tidak mungkin dapat menguasai materi pelajaran.

b. Cara mengikuti pelajaran
Untuk dapat mengikuti pelajaran dengan baik di sekolah, maka diharapkan kepada siswa agar dapat memusatkan pikiran dan perhatiannya pada materi pelajaran yangs edang disajikan oleh guru. Karena seperti ET Ruseffendi (1982:18) mengemukakan bahwa: “Anak-anak harus belajar berbuat sendiri dan merasakan sendiri. Makin banyak indera yang dipakai makin efedien anak belajar.”
Siswa akan memperoleh pengalaman belajar yang lebih banyak bila ia dapat mengikuti pelajaran dengan tertib, penuh perhatian, mencatat dengan baik, serta mau bertanya jika ada penjelasan yang kurang dimengerti. Dengan demikian dapat diharapkan, jika siswa aktif melibatkan diri dalam menemukan prinsip-prinsip dasar siswa itu akan mengerti konsep yang lebih baik.
Namun untuk mempermudah siswa memahami konsep-konsep yang diajarkan di sekolah, sebaiknya siswa sudah mempersiapkan dirinya dengan pengetahuan tentang materi-materi sebelumnya, karena Herman Hudoyo (1989:18) menekankan bahwa: “Pada waktu siswa mempelajari sesuatu konsep yang benar-benar baru, untuk mudah memahami konsep-konsep tersebut, siswa perlu berorientasi dengan pengalaman yang lampau.”

c. Cara mengulangi materi pelajaran/membaca buku
Setelah di sekolah siswa mengikuti pelajaran dengan baik, tentu usaha siswa untuk mendapat pengertian tentang konsep materi pelajaran dengan baik tidak cukup sampai di sini, tetapi siswa perlu lagi mengkaji, mengulangi dan membaca kembali materi tersebut.
Belajar memang tidak lepas dari membaca dan ternyata membaca sebenarnya tidak sesederhana yang kita bayangkan. Membaca mempunyai teknik-teknik tersendiri, sebagaimana juga menulis. Dengan mengikuti teknik membaca sistimatis dan cepat, kita dapat menghemat waktu dan belajar lebih banyak.
Banyak siswa sekolah menengah maupun mahasiswa masih mempunyai kebiasaan yang jelek. Mereka membaca sangat lamban, kurang memahami makna kata dan ungkapan-ungkapan tertentu lebih-lebih dengn bacaan yang berat. Di samping itu tidak dapat merefleksikan apa yang telah dibaca.
Kesukaran belajar banyak ditentukan oleh keterampilan membaca. Memang banyak faktor yang menentukannya. Hal pertama kali yang harus diperhatikan adalah jarak mata dengan buku atau tulisan. Hal ini sesuai dengan yang dikemukakan oleh Sudarmanto (1993:35) yaitu: “Jarak membaca yang baik adalah 16 inci (+ 30 cm). Bila dalam membaca jarak itu tidak dapat dijangkau maka ada ketidak-beresan dengan mata.”
Adapun tujuan yang dihadapkan dalam usaha mengulangi kembali pelajaran di rumah itu adalah untuk memperkuat ingatan siswa terhadap materi pelajaran yang akan digunakan untuk memecahkan masalah atau soal-soal. Dalam hal ini Herman Hudoyo (1989:27) menegaskan bahwa: “Ingatan memegang peranan penting di dalam belajar jika siswa harus mencari jalan untuk menyelesaikan suatu masalah.”

E. Prinsip-prinsip Belajar
Dalam mengerjakan sesuatu seseorang harus mempunyai prinsip-prinsip tertentu, begitu juga halnya dengan belajar. Untuk menertibkan diri dalam belajar harus mempunyai prinsip sebagaimana yang diketahui prinsip belajar memang kompleks tetapi dapat juga dianalisis dan diperinci dalam bentuk-bentuk prinsip atau azas belajar sebagaimana yang dinyatakan oleh Oemar Hamalik (9183:23) meliputi:
Belajar adalah suatu proses aktif dimana terjadi huungan mempengaruhi secara dinamis antara siswa dan lingkungan.
Belajar harus senantiasa bertujuan, searah dan jelas bagi siswa.
Belajar yang paling efektif apabila didasari oleh dorongan motivasi yang murni dan bersumber dari dalam diri siswa itu sendiri.
Senantiasa ada hambatan dan rintangan dalam belajar, karena itu siswa harus sanggup menghadapi atau mengatasi secara tepat.
Belajar memerlukan gimgingan baik itu dari guru atau tuntutan dari buku pelajaran itu sendiri.
Jenis belajar yang paling utama ialah belajar yang berpikiran kritis, lebih baik daripada pembentukan kebiasaan-kebiasaan mekanis.
Cara belajar yang paling efektif adalah dalam pembentukan pemecahan masalah melalui kerja kelompok asalkan masalah tersebut disadari bersama.
Belajar memerlukan pemahaman atas hal-hal yang dipelajari, sehingga diperoleh pengertian-pengertian.
Belajar memerlukan latihan dan ulangan, agar apa-apa yang dipelajari dapat dikuasai.
Belajar harus disertai dengan keinginan dan kemauan yang kuat untuk mencapai tujuan.
Belajar dianggap berhasil apabila si pelajar telah sanggup menerapkan dalam prakteknya.

Banyak siswa yang telah belajar dengan giat tetapi usahanya itu tidak memberikan hasil yang diharapkan, dan sering kali mengalami kegagalan, bekerja keras belum tentu menjamin seseorang dapat belajar dengan berhasil. Di samping itu seorang siswa perlu memperhatikan syarat-syarat dapat belajar secara efesien atau belajar dengan baik. Di antara syarat-syarat tersebut adalah sebagai berikut:
Kesehatan jasmani, badan yang sehat berarti tidak mengalami gangguan penyakit tertentu cukup dengan vitamin dan seluruh fungsi badan berjalan dengan baik.
Rohani yang sehat, tidak berpenyakit syaraf, tidak mengalami gangguan emosional, senang dan stabil
Lingkungan yang tenang, tidak ribut, serasi bila mungkin jauh dari keramaian dan gangguan lalu lintas dan tidak ada gangguan yang lainnya.
Tempat belajar menyenangkan, cukup udara, cukup matahari, penerangan yang memadai.
Tersedia cukkup bahan dan alat-alat yang diperlukan, bahan-bahan dan alat-alat itu menjadi sumber belajar dan alat sebagai pembantu belajar.

About these ads

125 Tanggapan

  1. saya dapat dihubungi di email: ridwan.bsi@gmail.com
    hp. 085691190730

    Suka

  2. pk…..sy mhon daftar pustakanya..sbb skrng sy sdg buat PTK ttg Predtasi Belajar tp bunya jrang…mhon skali y pk dftar pustakany mhn email saya ke grie137@gmail.com. dan saya klo bs pngin copy bukunya pd hlman yg dbutuhkan… o y pk ada no Bapk yg bs dihubungi? sblmnya trim kasih

    Suka

  3. Artikel bapak sangat membantu saya dalam mengerjakan skripsi saya.
    Maaf, klo bisa daftar pustakanya mohon dikirimkan ke email saya baihakigaizan@gmail.com
    semoga bisa Bapak penuhi, sekali lagi maaf bila permintaan saya berlebihan. Terimakasih Pak Ridwan

    Suka

  4. Silahkan pa….semoga bermanfaat yahhh

    Suka

  5. ijin ,, sya pke buat referensi ya pa…

    Suka

  6. Betul bu…
    memanng seperti itu yang benar
    terima kasih atas informasinya

    Suka

  7. [...] Ridwan. 2008. Ketercapaian Prestasi Belajar. (ONLINE) http://ridwan202.wordpress.com/2008/05/03/ketercapaian-prestasi-belajar/ (diakses tanggal 2 juni 2011 pukul 17.00 [...]

    Suka

  8. Waah..bagus mas artikelnya, bwt referensi boleh minta dftr pustakanya?? Makasih..bls ya..pleas..!

    Suka

  9. Tulisannya bagus banget pak, izin dipake referensi pak

    Suka

  10. Trims atas tulisannya bagus… ijin ngopy tulisan bapak … utk ta saya.

    Suka

  11. pak tlg share aspek-aspek prestasi belajar, pleaseeeee
    thankkkks

    Suka

  12. Untuk pa Kurniawan, mohon maaf saya sudah lupa judul buku dari pengarang Ngalim Purwanto, S. Winkel (terjemahan), dan S. Nasution yang bapak maksud. Karena buku-buku tersebut sudah tidak ada. Sekali lagi mohon maaf.

    Suka

  13. Maaf Pak, saya mau tanya ttg judul buku yang menulis tentang prestasi belajar yang ditulis “Poerwanto (1986:28),Winkel (1996:162) , dan S. Nasution (1996:17)” itu apa ya pak?

    Suka

  14. terimakasih atas tulisannya……………….

    Suka

  15. sama-sama

    Suka

  16. ne alamat email saya pak farecca_psy@yahoo.com untuk daftar pustakanya…jazakumullahu khoir

    Suka

  17. artikelnya bagus pak…sangat bermanfaat. kalau boleh saya mau minta daftar pustakanya pak…thanks.

    Suka

  18. pak…boleh minta daftar pustaka dari artikel anda pak? terima kasih sebelumnya…^^

    Suka

  19. makasih ya om

    Suka

  20. pak boleh ndak minta judul buku dari pendapatnya hudoyo?
    atau daftar pustakanya dari blog ini,
    kalau boleh kirim ke email sya pak, emailnya slametgalih@gmail.com

    Suka

  21. wah asik juga ya belajar di dunia belajar soal soal nya menakjukan , saya jadi bisa mengenal soal dengan mudah , karna berkat dunia belajar saya menjadi juara kelas dan rajin belajar , trimakasih dunia belajar berkat kau ku menjadi juara (salam buat pembuat dunia belajar dan pegawainya )

    Suka

  22. makasih pak buat isi refrensi halaman blog sya……

    Suka

  23. Sama2, semoga bermanfaat.

    Suka

  24. terimakasih pak to tambahan referensi tugas

    Suka

  25. pak tau refrensi bukunya gag ttg definisi prestasi belajar????tapi klo bs yg tahun 2000 keatas….
    klo ada saya mau tau donk pak infonya, bisa dikirim via email saya ini pak,,,mkasih

    Suka

  26. ada buku panduannya gag ttg definisi prestasi belajarnya…??
    tp klo bs yg diatas tahun 2000…klo ada tolong diemailin yahhh,,,
    mksih,,

    Suka

  27. pak, bisa minta judul buku slameto (1995:2) tentang pengertian belajar dan judul buku dari saiful Sagala 2005 tentang metode pembelajaran dan lukman ali 1955 tentang prestasi belajar. sebelumnya terimakasih.

    Suka

  28. seneng dapat info ttg prestasi kadang kita sulit mendefinisikan anatar prestasi dengan sasaran…

    Suka

  29. makasih tulisannya bagus and ngebantu banget.

    Suka

  30. smoga bermanfaat dan mendapat nilai A pada skripsinya. amiinnn…

    Suka

  31. Sipp bget tulisanya..saya mohon ijin untuk mnjadikan tulisan bpk sbgaii refern pmbuatan Tgs Akhr smSter sya mngenai proposal sripsi sya…trimakasi bnyakk ia pak sebelumnya

    Suka

  32. thx.. bang lumayan buat referensi skripsi PTK saya, saya rada bingung soalnya prestasi belajar dengan hasil belajar………….. eh minta daftar pustakanya dong……….

    Suka

  33. maksudnya ajarin skripsi dalam bidang apa nih? coba hubungi nomor hp. 085691190730, mungkin saya bisa bantu…….

    Suka

  34. tolong ajarin bikin skripsi

    Suka

  35. Setahu saya, sumber elektronik dapat dijadikan referensi, begitupula blog dab website. karena keduanya mempunyai alamat yang jelas…., mohon maaf jika salah. dan terima kasih telah berkunjung ke blog saya. baca pula artikel di http://www.diwanpro.com

    Suka

  36. Sayang, blog tidak dapat dijadikan sumber bacaan…

    Suka

  37. Ibu Rahma, saya mohon maaf tidak bisa mengirimkan referensi yang ibu minta. karena makalah tersebut sudah lama saya buat. dan saya menggabungkan dari beberapa sumber. Anggap saja blog saya sebagai nara sumbernya. terima kasih…..

    Suka

  38. Pa tlong krim dftar pustakanya ke email sy,,karna ingin dijadikan referensi untuk TA sy….trimakasih..

    Suka

  39. cipsss

    Suka

  40. trimakasih……sangat bermanfaat bagi banyak orang

    Suka

  41. sIPH!!!
    bISA nGEBANTU ANA MENYELESAIKAN PROPOSAL…
    HEHEY

    Suka

  42. Sama-sama, semoga skripsinya mendapat nilai yang terbaik……….

    Suka

  43. makasih pak atas artikelnya
    mohon izin saya mengutipnya untuk skipsi saya

    Suka

  44. Mksh….akhirnya sy punya referensi untuk skripsi sy…Mohon izin ya pak…!!! Sukses slalu…!!!

    Suka

  45. Saya doakan, Semoga sukses… pidatonya…

    Suka

  46. akhirny sy menemukan informasi yg pas untuk bhan praktek pidato sy. trm ksh …

    Suka

  47. matur nuwun pak Ridwan……… saya mau ijin mengutip artikel yang ini….. pasti akan saya tulis sumbernya…

    Suka

  48. Thankyou so much

    Suka

  49. yang terhormat !!!
    menurut saya pak sebaiknya setiap kutipan diperlukan referensi yang lengkap, persoalan nanti yang lain cuma tinggal kopi ikhlaskan saja pak. bukankah ilmu akan berkembang dengan saling mengoreksi buku ? apalagi dunia pendidikan kita ini pak ! buku semakin jauh tertinggal dibelakang kita. jika tidak ada referensi lengkap bagaimana mereka mulai belajar jujur untuk menemukan sumber aslinya. apapun itu pak terus berjuang untuk pendidikan kita

    Suka

  50. Menurut saya, lebih baik yang dibahas adalah hasil belajar

    Suka

  51. Untuk keterangan tersebut, silahkan baca komentar-komentar yang ada

    Suka

  52. tulisannya bagus.mohon ijin untuk dijadikan referensi di skripsi saya ya pak,boleh?sy masih bingung antara prestasi belajar dan hasil belajar,mohon penjelasan tambahan?sebaiknya yang dibahas di skripsi hasil belajar/prestasi belajar?

    Suka

  53. terima kasih atas tulisan artikelnya,,,,cukup membnatu sy dalam skripsi,terakhir kali terima kasih

    Suka

  54. terima kasih atas artikelnya.

    Suka

  55. idenya cukup cemerlang, artikel anda ternyata dapat memperkata tugas saya, saya mohon izin ya, kalau ana mengutip tulisan anda, syukran, jazakallahu khairan

    Suka

  56. terima kasih pak atas info n ilmunya…
    izin mengutip y pak, saya sedang menyusun skripsi.

    Suka

  57. pak, ijin mengutip tulisan dalam artikel untuk referensi skripsi. terima kasih.

    Suka

  58. MaKaSiH aTaS BaNtuaNx Pak’ Krn TliSaN BpaK BguZt Utk Z JdiKaN RefereNsi Utk TgaS Sy..!!

    Suka

  59. Pak makasih atas bantuannya, saya akan buat artikel bapak sebagai bahan referensi skripsiQ.sekali lagi terimakasih

    Suka

  60. tulisan bapak benar-benar bagus dan membantu saya

    Suka

  61. tuk gheaa, saya mohon maaf, saya kurang mengerti tentang musik, saya hanya tahu syair-syairnya saja. tapi kalau dihubungkan dengan prestasi belajar ya… tentu ada pengaruhnya baik secara tersurat maupun tersirat. coba saja kita bayangkan….. bagaimana kalau orang sudah bermain musik! kalu buku-buku tentang seni yang berhubungan dengan Islam, coba baca seni dalam pandangan Islam.

    Suka

  62. pak trimakasih atas infonya tentang prestasi belajar.. saya ingin tahu apakah bapak juga mengetahui mengenai pengaruh musik terhadap prestasi belajar?
    trmksh sblmnya

    Suka

  63. pak, trimakasih atas penjelasannya mengenai prestasi belajar.. saya juga lagi membuat skripsi mengenai musik dengan prestasi belajar.. ada referensi buku-buku yang bapak tahu tidak? atau bapak memiliki pengetahuan juga mengenai hal tersebut?
    terimakasih sblmnya..

    Suka

  64. Thanks om, minta izin tulisannya akan saya jadikan referensi buat tugas TBP.

    Suka

  65. ada referensi lagi ttg prestasi belajar ga?judul buku dan pengarangnya apa saja? saya butuh buat bikin skripsi, sudah nyari kemana-mana belum dapet juga.makasi sebelumnya…

    Suka

  66. salam kenal,
    saya sedang menyusun ta.
    saat membutuhkan bantuan bapak.
    saya tertarik dengan pembahasan bapak tentang prestasi belajar.
    ta saya berjudul analisis fenomena sosial terhadap kemajuan studi mahasiswa.
    saya sedang membuthkan referensi terutama buku atau jurnal yang dapat membantu saya. kirany bapak mau membantu saya.
    kalau bisa mohon balasannya juga dikirim ke email saya,
    sebulumnya saya ucapkan terimakasih

    Suka

  67. Saya sangat2 berterimakasih dengan adanya tulisan dari bapak, karena telah membantu saya dalam menyelesaikan skripsi yang saya kerjakan sekarang dan tulisan ini akan saya jadikan referensi skripsi saya, sekali lagi terima kasih, mudaha-mudahan bapak diberikan panjang umur dan kesehatan jasmani dan rohani agar tetap exist dalam tulisan-tulisannya.

    Suka

  68. Yang saya hormati Dr. Kadek Hartini
    sebelumnya saya ucapkan terima kasih telah mengunjungi blog saya “yang tentunya masih banyak kekurang”. Saya mohon maaf tidak dapat merealisasikan keinginan anda, saya lupa judul buku tersebut. yang jelas coba anda lihat NGALIM PURWANTO, Psikologi Pendidikan, serta S. NASUTION dengan judul yang sama, mudah-mudahan dapat membantu.

    Suka

  69. Kepada Yth.
    Bapak Ridwan
    di tempat

    Dengan hormat,
    Saya sangat tertarik dengan blog yang bapak buat, dan berkaitan dengan proposal tesis yang sedang saya buat.
    Saya mohon ijin untuk mengutip blog yang bapak buat.
    Untuk bahan referensi, jika bapak berkenan memberikan informasi, saya ingin mengetahui referensi buku dari S nasution, 1996 dan Poerwanto, 1986.

    Atas perhatiannya saya ucapkan terimakasih

    Hormat saya

    dr. Kadek Hartini

    Suka

  70. kasih aja catatan kakinya:http://ridwan202.wordpress.com/2008/05/03/ketercapaian-prestasi-belajar/

    Suka

  71. pagi mas
    saya khairul dari riau mau minta tolong ni
    boleh minta alamat sitenya
    soalnya saya lagi nyusun skripsi modulnya dari ridwan202.wordpress.com buat catatan kaki di skripsi saya
    tank’s
    khairul
    riau

    Suka

  72. Terima kasih pak, artikel Anda sangat membantu karya tulis saya. Saya hampir putus asa mencari referensi tentang pengertian prestasi belajar siswa. Sekali lagi terima kasih banyak pak.

    Suka

  73. bikin skripsi memang agak ngeribetin, saya siap membantu anda dalam menyelesaikannya selagi dalam batas-batas tekhnik, sedangkan isinya melalui japri aja ke email: ridwan_sag@yahoo.co.id atau ridwan.bsi@gamil.com, demikian semoga bermanfaat

    Suka

  74. terimakasi arsif bapak sangat membantu sekali dalam menyelesaikan tugas2 saya…

    Suka

  75. CURHAT AHHHHHHHH……….SIAPA TAU DIBANTUIN, TULISAN NYA BAGUS, AJARAIN DONG………LAGI BIKIN SKRIPSI NIH. JAWABBBBBBBBBBBB, PLEASE…….KE yurma_tea@yahoo.com

    Suka

  76. terimakasih pak, saya pakek buat reverensi skripsi saya ya….

    Suka

  77. aq ngambil tulisannya tuk tugas makasih yaaaaaaa

    Suka

  78. untuk judul bukunya saya lupa….. tapi pengarangnya coba lihat: Ngalim Purwanto, dan S. Winkel. pada buku tersebut banyak berbicara tentang prestasi belajar, mudah-mudah apa yang anda cari dapat ditemukan. terima kasih….

    Suka

  79. pak, artikelnya bagus bgt, sangat membantu.
    klo tdk keberatan sy mo minta tlg. sy skrg sdg menyusun skripsi tentang hub prestasi belajar dg perhatian orang tua.dosen pembimbing sy minta sy bwt masukin faktor2 yg mempengaruhi prestasi yg di dalamnya termasuk perhatian orang tua (disebutkan secara eksplisit). kira2 bpk tau nggak buku apa, pengarangnya siapa, yg memuat teori yg sy cari itu. terimakasih bnyk.

    Suka

  80. Terimakasih pak, artikel Anda sangat membantu karya tulis saya. Saya hampir putus asa. Salut atas dedikasi dan pengorbanan Anda.

    Suka

  81. thanks bngetz za pak atas artikelnya…this best article I have ever seen..^_^
    oz, sy da tugas jd perlu artikel ne..sy ambil yach..pak

    suron!

    Suka

  82. ribuan terima kasih saya ucapkan.tulisan bapak sangan membantu saya dalam menyalesaikan dan saya meminta izin untuk menggunakan tulisan bapak sebagai referensi dalam pembuatan skripsi saya…

    Suka

  83. terima kasih. tulisan bapak membantu saya yang sedang menyelesaikan skripsi. sekalian ijin tulisan ini buat referensi

    Suka

  84. pakk,,saya mau tanya..
    kalo aspek prestasi belajar apa aj y pak?tims sblmnya,,,
    jwbnnya kirim k imel saya aj,,eszet_ct@yahoo.com

    Suka

  85. Assalamu’alaikum…
    pak saya minta ijin ya untuk jadi referensi buat saya…
    terimakasih.

    Suka

  86. makasih ya pak tulisannya untuk tambahan referensi saya

    Suka

  87. makasih ya pak tulisannya untuk tambahan referensi saya

    Suka

  88. pak, makasih ya artikel nya…sangat membantu banget, tapi klo blh, dilengkapi dengan daftar rujukannya dong…biar aq jg bisa nyari sumber bukunya lgsg. Tak tunggu ya Pak, daftar rujukannya.Thank bgt.

    Suka

  89. tulisannya bagus pak saya juga ijin untuk buat referensi

    Suka

  90. Ass. Pak, tulisan dan ulasannya bagus, nih saya sama dengan yang kebanyakn pingingnya make buat referens saya. makasih banget dah berbagi

    Suka

  91. Sumbangan yang besar terhadap kemajuan dunia pendidikan. Mohon kiranya Bapak berkenan ini saya pakai sebagai referensi dalam pengembangan keilmuan saya. Terima kasih sebelumnya, semoga amalan Bapak dapat imbalan yang sepadan, Amin.

    Suka

  92. Bapak Ridwan yang saya hormati,saya minta ijin untuk menjadikan artikel Bapak sebagai referensi dalam skripsi saya.
    terima kasih

    Suka

  93. Saya pelajar kelas 3 SMP di Jakarta. Saya sedang mencari referensi untuk Karya Tulis Sederhana saya, topiknya tidak jauh dengan dunia remaja dan pendidikan. Terima kasih ya pak, artikelnya sangat bagus dan membantu saya dalam menyelesaikan Karya Tulis saya. Mungkin saya akan membaca dan menuangkannya lagi dalam kata-kata yang saya buat sendiri. Sekali lagi terima kasih atas artikelnya yang sangat membantu dan berguna bagi saya.

    Regards,
    Alisha Gauzel.

    Suka

  94. thanks pak ridwan, materinya bagus lumayan buat nambah referensi nich..maklum lagi buat skripsi pendidikan. Pak permisi “copas” ya

    Suka

  95. bertele-tele

    Suka

  96. Bapak, artikelny bagus banget. saya minta ijin untuk menjadikan tulisan bapak menjadi referensi untuk skripsi saya. terimakasih banyak. God Bless You:)

    Suka

  97. aku sanag bangga dengan artikel yang bapak aplot.bisa saya jadikan bahan jiplakan dan petimbangan.. terima kasih pak ya……………

    Suka

  98. pak saya mengambil artikel anda sebagai bahan skripsi saya. terima kasih.

    Suka

  99. terimakasih y artikelnya.
    p boleh tanyakan? apa perbedaan presasi belajar dengan hasil belajar,kemudian apa indikator-indikatornya

    Suka

  100. pak ada makalah tentang pengertian dan manfaat belajar kelompok.

    Suka

  101. Maaf pak saya mengopy file milik bpk. boleh kan

    Suka

  102. menurut saya, ada tapi persentasinya tidak besar. buktinya banyak orang tuanya yang tidak tamat sekolah, namun anaknya sangat pintar dan cerdas. yang jelas gizi makanan, pergaulan dan cara belajar serta pola pikir yang akan mempengaruhi prestasi belajar. yang tentunya ada motivasi dari orang tua. demikian dan terimakasih tlah mengunjungi blog saya

    Suka

  103. yth. pak Ridwan,klo boleh sya tanya,.menurut bapak ada gak hubungan prestasi belajar dengan tingkat pendidikan orang tua??thx

    Suka

  104. seperti yang telah saya katakan bahwa prestasi belajar dengan hasil belajar sangat tipis perbedaannya. kalau prestasi belajar berhubungan erat dengan instansi pendidikan artinya prestasi itu didapat saat masih duduk di sekolah, sedangkan hasil merupakan ilmu yang didapat disekolah kemudian mengendap dalam pikiran dan menjadi pola pikir dalam bertindak. demikian. smoga bermanfaat dan trima kasih telah berkunjung ke blog saya

    Suka

  105. tulisan yang bagus. sangat membantu saya yang sedang pusing karena skripsi. terimakasih banyak pak. jazakallah ahsanal jaza..

    Suka

  106. yth. bpk ridwan, saya sandi mhs pendidikan geografi Univ. Negeri Semarang smstr akhir. saya mau tanya pendapat bapak tentang perbedaan antara prestasi belajar dengan hasil belajar. kalo diliat sekilas memang sepertinya tidak ada bedanya, akan tetapi kalo kita cermati lebih dalam mungkin ada hal yg membedakannya. saya ingin tahu pendapat bpk tentang ini. terus terang,saya juga masih bingung. kebetulan ini jadi kajian dalam skripsi saya. sebelumnya trima kasih atas perhatiannya.

    Suka

  107. Tulisan anda sudah bagus, buat referensi bagi saya. Kalau ada tolong kirimkan model-model pembelajaran yang inovatif

    Suka

  108. Untuk daftar pustaka, saya lupa karena makalah itu saya buat sudah lama. kalau untuk skripsi anggap saya alamat web blog sebagai bahan referensi. terima kasih dan mohon maaf

    Suka

  109. pak ridwan saya mau minta izin untuk mengutip ertikel bapak untuk bahan referensi skripsi saya, tapi bisa ngga dimasukan daftar pustakanya, terimaksih sebelumnya

    Suka

  110. tulisan bagus banget tapi boleh nga kirimin saya tulisan tentang keadaan pendidikan di indonesia

    Suka

  111. Pak Ridwan maaf sebelumnya, saya mau minta izin untuk mengutip beberapa paragraf dari artikel bapak guna keperluan skripsi saya….terimakasih pak semoga Allah meudahkan segala urusan bapak di dunia terlebih lagi nanti di akherat…..amin

    Suka

  112. persis ama skripsi yang aku buat, bisa jadi referensi nih he…he….

    Suka

  113. memang refrence sangat penting…….tapi kalau tida ada, anggap saja blog ini sebagai refrence-nya, ok…….

    Suka

  114. kepada bu dyah saya mohon maaf, karena makalah itu saya buat sudah lama, dan saya lupa memasukkan daftar pustakanya. terima kasih telah mengunjungi blog saya.

    Suka

  115. Artikel bapak membantu saya mendapatkan kajian teori untuk tesis. Semoga bapak tidak keberatan saya mengutip beberapa paragraph. Tapi ada satu permintaan dan semoga bisa Bapak penuhi….maaf…klo bisa ada daftar pustakanya…sekali lagi maaf bila permintaan saya berlebihan. Terimakasih Pak Ridwan

    Suka

  116. Ibu Giani saya bukannya ahli, tapi setahu saya memang ada perbedaan antara prestasi belajar dengan hasil belajar. kalau prestasi belajar (learning achievement) adalah prestasi yang dicapai dari proses belajar secara psikomotorik (skill), sedangkan hasil belajar adalah affektifnya (ilmu pengetahuannya) baik dari tidak tahu menjadi tahu atau lainnya. yang jelas hasil belajar adalah perubahan dari ia tidak mengenal menjadi mengenal sesuatu. demikian mohon maaf kalau kurang pas……dan terima kasih telah mengunjungi blog saya.

    Suka

  117. Mau tanya pa,
    Sesuai dengan artikel bpk, apakah ada perbedaan prestasi belajar (learning achievement) dan hasil belajar (learning outcome).

    Trims sebelumya………

    Suka

  118. bpk yang dirahmati oleh Alloh ijinkan aku mengkopi tulisan bpk

    Suka

  119. Silahkan Ibu Mayasari, selama itu kebaikan saya akan selalu mengizinkan dengan senang hati. dan insya allah ibu mendapat yang terbaik amin…. dan terima kasih atas segala doa-doanya.

    Suka

  120. BAPAK YANG TERHORMAT, SAYA MAU MINTA IJIN UNTUK MENGUTIF TULISAN BAPAK SEBAGAI BAHAN TESIS SAYA SEMOGA ALLAH MEMUDAHKAN SEGALA URUSAN BAPAK DI DUNIA DAN AKHERAT. AMIN

    Suka

  121. artikelnya bagus banget, trimakasih sudah berbagi ilmu. saya minta ijin untuk dijadikan referensi ya… karena ini berkaitan banget dengan tugas kuliah yang sedang saya buat…

    Suka


  122. AYO LAH KITA MERAMEKAN KOMUNITAS “Axxyc.com”

    (Komunitas Indo, ngak perlu register)

    Suka

  123. Tulisan di atas boleh dijadikan referensi, saya hanya sekedar berbagi pengalaman aja. sebagai seorang guru yang mengingkan dunia pendidikan di Indonesia menjadi “lebih” baik. karena untuk mewujudkan hal tersebut perlu adanya peningkatan kualitas disenua bidang.

    Suka

  124. pemikiran yang bagusssssss,,, panjang banget ya

    Suka

  125. Tulisannya bagus, makasih. bolegkan dipake jadi referensi buat saya

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 679 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: