Waqaf


WAQAF

menurut etimologi berarti berhenti/menahan. Menurut istilah tajwid berarti memutuskan suara di akhir kata untuk bernafas sejenak dengan niat meneruskan bacaan selanjutnya.

Jenis Waqaf

1. Wakaf Lazim (harus)
yaitu berhenti di akhir kalimat sempurna. Wakaf Lazim disebut juga Wakaf Taam (sempurna) karena wakaf terjadi setelah kalimat sempurna dan tidak ada kaitan lagi dengan kalimat sesudahnya.
Tandanya:( م ).

2. Waqaf Ja’iz (boleh)
yaitu bacaan yang boleh washal (disambung) atau wakaf (berhenti). Wakaf jenis ini terbagi dua, yaitu yang terkadang disambung lebih baik dan yang terkadang berhenti lebih baik, terbagi kepada:
a. Waqaf Kafi (cukup)
yaitu bacaan yang boleh washal atau wakaf, akan tetapi wakaf lebih baik daripada washal.
Dinamakan kafi karena berhenti di tempat itu dianggap cukup tidak membutuhkan kalimat sesudahnya sebab secara lafal sudah tidak ada kaitannya.
Tandanya:( قلي ).
b. Waqaf Tasawi (sama)
yaitu tempat berhenti yang sama hukumnya antara wakaf dan washal.
Tandanya:( ج ).
c. Waqaf Hasan (baik)
yaitu bacaan yang boleh washal atau wakaf, akan tetapi washal lebih baik dari wakaf.
Dinamakan hasan (baik) karena berhenti di tempat itu sudah baik.
Tandanya:( صلي ).

3. Waqaf Muraqabah (terkontrol)
yang disebut juga ta`anuqul-waqfi (wakaf bersilang), yaitu terdapatnya dua tempat wakaf di lokasi yang berdekatan, akan tetapi hanya boleh berhenti pada salah satu tempat saja.
Tandanya: ( ………………………. )

4. Waqaf Mamnuk (terlarang),
yaitu berhenti di tengah-tengah kalimat yang belum sempurna yang dapat mengakibatkan perubahan pengertian karena mempunyai kaitan yang sangat erat –secara lafal dan makna– dengan kalimat sesudahnya. Oleh karena itu, dilarang berhenti di tempat seperti ini.
Tandanya:( لا )

5. Saktah Lathifah (berhenti sejenak),
yaitu memutuskan suara (selama dua harakat) di akhir kata tanpa bernafas.
Tandanya:( س )

16 Tanggapan

  1. iya semoga menjadi amal sholeh

    Suka

  2. sip thanks

    Suka

  3. maksh izin copy buat belajar ya

    Suka

  4. Kucing ku hilang… ada yang bisa bantu??

    Suka

  5. kurang ngerti dimananya, mbak?

    Suka

  6. kurang lengkap, saya belum ngerti ni :)

    Suka

  7. mksh infonya bermanfaat sekali

    Suka

  8. wah!!!saya jadi terbantu!!!!!!!! (y)

    Suka

  9. Sama-sama, smoga mengajinya terus sampai lihai and pintar…. amiinnn

    Suka

  10. rerima kasih krena ini saya bissa mengikuti ujian mengaji……………………!

    Suka

  11. makasih infonya

    Suka

  12. alhamdullah saya tanks atas ilmunx… :))

    Suka

  13. Alhamdulillah, yang saya cari ada di sini. Tapi, tolong lebih lengkap lagi, jadi saya bisa menjawab pertanyaan Bu Guruku.

    Suka

  14. Alhamdulillah, terima kasih atas infonya yang bermanfaat.

    salam

    Suka

  15. aslm.. mas penjelasan antum sangat baik & bagus, klo bsa cantumkan referensinya biar lebih apdol & saya biar tau & tolong jelaskan waqop idtirori, ikhtibari,intidori biar ana tau dengan jelas.kalo boleh tolong kirimkan ke elziddoank@gmail.com wsalam

    Suka

  16. Alhamdulillah bertemu informasi tentang wakaf di sini.

    Terima kasih, saya jadi ingat kembali.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 656 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: