Pembelajaran Kontekstual


PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL

Kesadaran perlunya pendekatan kontekstual dalam pembelajaran didasarkan adanya kenyataan bahwa sebagian besar siswa tidak mampu menghubungkan apa yang mereka pelajari dengan bagaimana pemanfaatannya dalam kehidupan nyata. Hal ini karena pemahaman konsep akademik yang mereka peroleh hanyalah merupakan sesuatu yang abstrak, belum menyentuh kebutuhan praktis kehidupan mereka, baik dilingkungan kerja maupun di masyarakat. Karena pembelajaran yang mereka terima selama ini hanyalah mengutamakan tingkat hapalan dari sekian rentetan topic atau pokok bahasan, tetapi tidak diikuti dengan pemahaman atau pengertian yang mendalam yang bisa diterapkan ketika mereka berhadapan dengan situasi baru dalam kehidupannya.

Karena dalam pembelajaran tidak hanya terjadi pentransferan ilmu melainkan juga pentransferan kenyataan dalam kehidupan. Janganlah memberikan suatu contoh yang tidak ada dalam kehidupan. Berilah contoh sesuatu yang memang nyata ada dalam kehidupan. Oleh karena itu seorang guru harus tahu betul memilih media mana yang harus diterapkan kepada anak. Dalam kontek ini seorang pendidik harus bisa membedakan antara ilmu, tingkah laku, dan hasil dari pembelajaran tersebut. Oleh karena itu perlu diketahui bahwa yang disebut GURU PROFESIONAL adalah:
1. Memiliki kompetensi keguruan
• Memahami teknik mendidik & mengajar
• Memahami perbedaan kecerdasan siswa
• Memahami perbedaan perilaku siswa

2. Memiliki kompetensi profesional
• Memahami / menguasai kurikulum yang berlaku
• Membuat & melaksanakan administrasi pembelajaran
• Memiliki pengetahuan yang luas
• Menguasai bidang studi yang akan diajarkan
• Memiliki keterampilan dalam memilih motodologi pembelajaran

3. Memiliki kompetensi personal
• Memiliki kepribadian yang kuat
• Memiliki kedisiplinan atas tugasnya
• Mampu menjadi contoh / teladan, sebagaimana 3 semboyan pendidikan

4. Memiliki kompetensi sosial
• Mengetahui hak-hak siswa, orang tua dan masyarakat
• Mampu berkomunikasi secara baik dengan:
– siswa
– orang tua
– sesama guru & karyawan
– masyarakat

Lalu bagaimanakah untuk merealisasikan keadaan di atas? Untuk menjadi seorang guru yang ideal seperti digambarkan di atas sangatlah sulit, namun paling tidak seorang guru harus dapat memberikan sedikit perbedaan satau sama tentang anak didiknya dalam hal kecerdasan dan daya intelektualnya.

Ada hal yang menarik untuk dicermati oleh semua pendidik, yakni pembelajaran secara kontekstual, yang dicirikan seperti berikut:
1. Pembelajaran dilaksanakan dalam konteks autentik, yaitu pembelajaran yang diarahkan pada ketercapaian keterampilan dalam konteks kehidupan nyata atau pembelajaran yang dilaksanakan dalam lingkungan yang alamiah (learning in real life setting)
2. Pembelajaran memberi kesempatan kepada siswa untuk mengerjakan tugas-tugas yang bermakna.
3. Pembelajaran dilaksanakan dengan memberikan pengalaman bermakna kepada siswa.
4. Pembelajaran dilaksanakan melalui kerja kelompok, berdiskusi, saling mengoreksi antar teman.
5. Pembelajaran memberikan kesempatan untuk menciptakan rasa kebersamaan, bekerja sama, dan saling memahami antara satu dengan yang lain.
6. Pembelajaran dilaksanakan secara aktif, kreatif, produktif dan mementingkan kerja sama.

Demikian sekilas tentang pembelajaan kontekstual, semoga bermanfaat.

Iklan

6 Tanggapan

  1. Amiinnn

    Suka

  2. Tapi pada kenyataan saat ini guru mengajar murid hanya sbtas di ruang kelas. Slepas it seakan2 tidak ada tanggung jawab terhadap mrid2 nya.
    Terkadang guru tidak mencerminkan seorang tladan. Padahal GURU di gugu lan di tiru.

    Terimakash pak admin, artikel yang anda tulis sangat di butuh untk saat ini.
    Semoga pak admin serta keluarga senantiasa di beri kesehatan dzahr dan batin oleh Allah swt. AAMIIN.

    Suka

  3. maaf ibu sriyandi. kalau boleh tahu, siapa saudaranya yang di SMPN 202?

    Suka

  4. menarik dan tertantang dengan telaahan guru diaatas, sulit memang, tetapi kita harus memberikan yang terbaik buat nakah bangsa ini, salam buat semua guru di smp 202, aku jga punya saudara di smp ini.

    Suka

  5. Betul banget pak….. he 3x

    Suka

  6. Ternyata menjadi profesional itu sulit … Selamat berkarya Pak Guru.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: