Kesimbangan Kata dalam Al-Qur’an


KESEIMBANGAN KATA DALAM AL-QUR`AN

Untuk membuktikan adanya keseimbangan kata yang digunakan dalam Al-Qur’an, Dr. M. Quraish Shihab mengambil contoh dari Al-l’jaz Al-Adabiy li Al-Qur’an Al-Karim karya Abdurrozaq Nawfal. Beberapa di antaranya adalah:

Keseimbangan kata yang bertolak belakang

  • Kata al-hayah (hidup) dan al-maut (mati), masing-masing disebut 145 kali.

  • Kata al-naf’ (manfaat) dan al-madhorroh (mudarat), masing-masing disebut 50 kali.

  • Kata al-har (panas) dan al-bard (dingin), masing-masing disebut 4 kali.

  • Kata as-sholihat (kebajikan) dan al-sayyi’at (keburukan), masing-masing disebut 167 kali.

  • Kata al-Thuma’ninah (kelapangan/ketenangan) dan al-dhiq(kesempitan/kekesalan), masing-masing disebut 13 kali.

  • Kata ar-rohbah (cemas/takut) dan al-roghbah (harap/ingin), masing-masing disebut 8 kali.

  • Kata al-kufr (kekufuran) dan al-iman (iman) dalam bentuk definitif, masing-masing disebut 17 kali.

  • Kata al-kufr (kekufuran) dan al-iman (iman) dalam bentuk Indifinitif, masing-masing disebut 8 kali.

  • Kata al-shoyf (musim panas) dan al-syita’ (musim dingin) masing-masing disebut 1 kali.

Keseimbangan jumlah kata dengan sinonimnya (dua kata yang artinya sama).

  • Al-harts dan al-Ziro’ah (membajak/bertani), masing- masing disebut 14 kali

  • Al-’ushb dan al-dhurur (membanggakan diri/angkuh), masing-masing disebut 27 kali

  • Al-aql dan al-nur (akal dan cahaya), masing-masing disebut 49 kali.

  •  Al-jahr dan al-’alaniyah (nyata), masing-masing disebut 16 kali.

Keseimbangan antara jumlah kata dengan jumlah kata yang menunjuk kepada akibatnya.

  • Al-infak (infak) dengan al-ridho (kerelaan), masing-masing disebut 73 kali

  • Al-bukhl (kekikiran) dengan al-hasanah (penyesalan), masing-masing disebut 12 kali

  • Al-kafirun (orang-orang kafir) dengan al-nar/al-ahroq (neraka / pembakaran), masing-masing 154 kali

  • Al-Zakah (zakat/penyucian) dengan al-barokat (kebajikan yang banyak), masing-masing disebut 32 kali.

  • Al-fahisyah (kekejian) dengan al-ghodb (murka), masing- masing disebut 26 kali

Keseimbangan jumlah kata dengan kata penyebabnya.

  • Kata al-isrof (pemborosan) dengan al-sur’ah (ketergesa- gesaan), masing-masing disebut 23 kali Kata al-maio’izhah (nasihat/petuah) dengan al-lisan (lidah), masing-masing disebut 25 kali

  • Kata al-asro (tawanan) dengan al-harb (perang), masing- masing disebut 6 kali

  • Kata al-salam (kedamaian) dan al-thayyibat (kebajikan), masing-masing 60 kali

Disamping keseimbangan-keseimbangan tersebut, ditemu­kan juga keseimbangan khusus.

  • Kata yawm (hari) dalam bentuk tunggal sejumlah 365 kali sebanyak hari-hari dalam setahun. Sedangkan kata hari yang menunjuk kepada bentuk plural (ayyam) atau dua (yawmayni), jumlah keseluruhannya hanya tiga puluh, sama dengan jumlah hari dalam sebulan. Di sisi lain, kata yang berarti “’bulan” (syahr) hanya terdapat dua belas kali, sama dengan jumlah bulan dalam setahun.

  • Al-Qur’an menjelaskan bahwa langit ada “tujuh”.

  • Kata-kata yang menunjuk kepada utusan Tuhan, baik rosul (rosul), atau nabiyy (nabi), atau basyir (pembawa berita gembira), atau nadzir (pemberi peringatan), keseluruhannya berjumlah 518 kali. Jumlah ini seimbang dengan jumlah penyebutan nama-nama nabi, rosul dan pembawa berita tersebut, yakni 518 kali.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: