Etika Kerja


ETIKA KERJA DALAM ISLAM

ClipArt (20)Etika kerja dalam Islam dibagi menjadi 5:

  1. Bekerja dengan niat mengabdikan diri kepada Allah

Wahai sekalian manusia! Sembahlah Tuhan kamu yang telah menciptakan kamu dan orang-orang yang terdahulu daripada kamu supaya kamu bertaqwa”. (Al-Baqarah : 21) “Wahai orang-orang yang berilmu, taatlah kamu kepada Allah dan taatlah kamu kepada Rasul dan kepada orang yang berkuasa dari kalangan kamu”. (An-Nisaa’ : 59)

  1. Bekerja dengan ikhlas dan amanah

Sebaik-baik manusia ialah orang yang paling banyak bermanfaat bagi sesama manusia“. (Riwayat Al-Quda’) “Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menunaikan amanah kepada yang berhak menerimanya”. (An-Nisaa’ : 58) “Wahai orang yang beriman, sempurnakanlah janjimu”. (Al-Maidah : 1)

  1. Bekerja dengan tekun

Sesungguhnya Allah suka apabila seseorang itu melakukan sesuatu pekerjaan dengan tekun”. (Riwayat Al-Baihaqi)

  1. Bekerja dengan semangat gotong royong

Dan tolong menolonglah kamu dalam mengerjakan kebajikan…” (Al-Ma’idah : 2)

  1. Bekerja dengan orientasi kebahagiaan manusia sejagad

Wahai orang yang beriman, hendaklah kamu sentiasa menjadi orang yang menegakkan keadilan kerana Allah, lagi menerangkan kebenaran; dan jangan sekali-kali kebencian kamu terhadap sesuatu kaum itu mendorong kamu kepada tidak melakukan keadilan“. (Al-Maidah : 08)

Rahasia kesuksesan karier dan pekerjaan Rasulullah SAW

  1. Rasululllah selalu bekerja dengan cara terbaik, profesional, dan tidak asal-asalan. Beliau bersabda, “Sesungguhnya Allah menginginkan jika salah seorang darimu bekerja, maka hendaklah meningkatkan kualitasnya“.
  2. Rasululllah melakukannya dengan manajemen yang baik, perencanaan yang jelas, pentahapan aksi dan adanya penetapan skala prioritas.
  3. Rasululllah tidak pernah menyia-nyiakan kesempatan sekecil apapun. “Barangsiapa yang dibukakan pintu kebaikan, hendaknya dia mampu memanfaatkannya, karena ia tidak tahu kapan ditutupkan kepadanya“.
  4. Rasululllah selalu memperhitungkan masa depan. Beliau adalah sosok yang visioner, sehingga segala aktivitasnya benar-benar terarah dan terfokus.
  5. Rasululllah tidak pernah menangguhkan pekerjaan. Beliau bekerja secara tuntas dan berkualitas.
  6. Rasululllah bekerja secara berjamaah dengan mempersiapkan (membentuk) tim yang solid yang percaya pada cita-cita bersama.
  7. Rasululllah adalah pribadi yang sangat menghargai waktu. Tidak berlalu sedetik pun waktu, kecuali menjadi nilai tambah bagi diri dan umatnya.
  8. Rasulullah menjadikan kerja sebagai aktualisasi keimanan dan ketakwaan. Rasululllah bekerja bukan untuk menumpuk kekayaan duniawi. Beliau bekerja untuk meraih keridhaan Allah SWT.
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: