Rumah Tangga Ideal


Rumah Tangga Ideal

Jika antum beranggapan bahwa Rumah Tangga ideal adalah rumah tangga yg selalu diisi oleh cinta, tertawa, kepuasan, bahagia, sayang, dan romantisme maka tidak akan pernah antum dapati rumah tangga yg seperti ini dan bersiaplah terus kecewa, karena hal ini mustahil didapat

Bukankah rumah tangga Manusia terbaik, yakni Rasulullah juga masih ada kemarahan, kecemburuan, dan ketegangan hubungan?

Dalam berumah tangga akan terus ada kemarahan, kesalahan, kekecewaan bahkan keletihan dan kebosanan.

Karenan itulah Allah berpesan kepada suami/istri dalam ayat ini,

{ وَإِنْ تَعْفُوا وَتَصْفَحُوا وَتَغْفِرُوا فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ } [التغابن: 14]

“…jika kalian memberikan ‘afwun, shofhun, dan ghufron maka sesungguhnya Allah maha pengampun lagi maha penyayang…”

Dalam ayat di atas, Allah memerintahkan agar suami/istri memberikan tiga sikap kepada pasangaannya
Yakni :

1. Afwun, artinya maafkan sampai taraf benar-benar MENGHAPUS KESALAHAN dari ingatan dan tidak mengingat-ingatnya atau mengungkit-ungkitnya lagi.

2. Shofhun, artinya maafkan sampai taraf TIDAK PERLU MENGOMELI.

3. Ghufron, artinya maafkan sampai taraf MENUTUPI SEMUA KESALAHAN-KESALAHANNYA dengan mengingat-ingat kebaikannya dan tidak mengumbar-umbarnya pada orang lain.

Jadi Rumah tangga KELIHATAN baik baik saja itu sebenarnya yang terjadi adalah karena salah satu dari pasangan tersebut atau dua-duanya banyak berusaha saling memaafkan, saling memahami, saling menahan diri, saling mengalah, saling menutupi aib, saling bersyukur dengan kelebihan seraya melupakan setiap kesalahan.

Jadikan semua kekurangan pasangan menjadi ladang amal.

Yakni melaksanakan perintah Allah di atas untuk banyak memaafkan, menahan diri, dan menutupi kesalahan.

Seorang hamba yang beriman, bisa menyulap penderitaan menjadi kemuliaan, empedu menjadi madu, dan luka menjadi ceria.

Karena ia tahu, rumah tangga hanya sebentar.
Hidup di dunia hanya sementara.

Dia selalu ingat bahwa tujuan sejatinya adalah akhirat, dan dunia hanyalah kendaraan menuju ke sana

Sumber:

http://www.catatanfaidah.com

Satu Tanggapan

  1. Sama2 semoga manfaat

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: