Adab Wali Murid


ETIKA WALI MURID

Animasi bergerak untuk powerpoint (16) start - mulai

BEBERAPA KALI KITA DENGAR DAN KITA TEMUKAN ORANG TUA MURID BERTINDAK LANCANG KEPADA GURU DARI ANAKNYA. BAHKAN SAMPAI BERANI MELAPORKAN SANG GURU KE KEPOLISIAN. UPAYA BODOH SEPERTI ITU SEBENARNYA TELAH MENUTUP PINTU ILMU DAN CAHAYA ILAHI BAGI SANG ANAK.

Sebuah Kisah Inspiratif di zaman Syekh Abdul Qadir Al-Jailani

Ada seorang yang busuk hatinya ingin memfitnah Syekh Abdul Qadir, lalu ia berupaya mencari jalan untuk memfitnahnya. Maka ia membuat lubang di dinding rumah Syekh Abdul Qadir dan mengintipnya. Kebetulan ketika ia mengintip Syekh Abdul Qadir, ia melihat Syekh Abdul Qadir sedang makan dengan muridnya. Syekh Abdul Qadir suka makan ayam dan setiap kali ia makan ayam dan makanan yang lain, ia akan makan separuh saja, lebihan makanan tersebut akan diberi kepada muridnya. Maka orang tadi pergi kepada bapak murid Syekh Abdul Qadir.

Bapak punya anak yang namanya ini?

Jawab si bapak: ya ada.

Anak bapak apa benar belajar dengan Syekh Abdul Qadir?

Jawab si bapak: ya.

Bapak tahu, anak Bapak diperlakukan oleh Syekh Abdul Qadir Jailani seperti seorang hamba sahaya dan kucing saja. Syekh Abdul Qadir beri lebihan sisa makanan pada anak Bapak.

Maka si bapak tidak puas hati lalu ke rumah Syekh Abdul Qadir: “Wahai tuan syekh, saya mengantar anak saya kepada tuan syekh bukan untuk jadi pembantu atau dilakukan seperti kucing. Saya antar kepada tuan syekh, supaya anak saya jadi alim ulama”.

Syekh Abdul Qadir hanya jawab ringkas saja: “Kalau begitu ambillah anakmu”.

Maka si bapak tadi mengambil anaknya untuk pulang. Ketika keluar dari rumah syekh menuju jalan pulang, bapak tadi bertanya pada anaknya beberapa hal mengenai ilmu hukum syariat. Ternyata semua persoalan dijawab dengan betul. Maka bapak tadi berubah fikiran untuk mengembalikan anaknya kepada tuan Syekh Abdul Qadir.

Wahai tuan syekh terimalah anak saya untuk belajar dengan tuan kembali, tuan didiklah anak saya. Ternyata anak saya bukan seorang pembantu dan juga tidak diperlakukan seperti kucing. Saya melihat ilmu anak saya sangat luar biasa bila bersamamu.

Maka jawab tuan Syekh Abdul Qadir: “Bukan aku tidak mau menerimanya kembali, tapi ALLAH sudah menutup pintu hatinya untuk menerima ILMU”.

ALLAH sudah menutup futuhnya untuk mendapat ilmu, disebabkan seorang AYAH yang tidak beradab kepada GURU, maka anak yang menjadi mangsa.

Begitulah ADAB dalam menuntut ilmu.

Anak, Ibu, ayah dan siapa pun perlu menjaga adab kepada guru. Betapa pentingnya adab dalam kehidupan seharian kita.

Kisah di atas menceritakan seorang ayah yang tiada adab pada guru. Bagaimana kalau diri sendiri yang tiada adab, memaki dan mengaibkan gurunya.

Kata ulama: “Satu perasangka buruk saja kepada gurumu, maka Allah haramkan seluruh keberkahan yang ada pada gurumu kepadamu.”

Semoga Allah jadikan kita orang yang beradab kepada makhluknya terlebih lagi kepada guru yang mengajarkan ilmu kepada kita. Aamiin

Semoga manfaat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: