Munasabatul Qur’an


MUNASABATUL QUR’AN

A. Pengertian Munasabah
Menurut bahasa munasabah berarti persesuaian atau hubungan atau relevansi, yaitu persesuaian antara ayat atau surah yang satu dengan ayat atau surah yang sebelum atau sesudahnya. Sedangkan menurut Jalaluddin As-Suyuthi secara harfiah, kata munasabah berarti perhubungan, pertalian, pertautan, persesuaian, kecocokan dan kepantasan.
Menurut terminologi atau istilah, segi hubungan atau persesuaian Al-Qur’an antara bagian demi bagian dalam berbagai bentuk, yang dimaksud dengan segi hubungan atau persesuaian ialah semua pertalian yang merujuk kepada makna-makna yang mempertalikan satu bagian dengan bagian yang lain. Sedangkan yang dimaksud bagian demi bagian ialah semisal antara kata dengan kata, kalimat dengan kalimat, antara ayat dengan ayat, antara awal surat dengan akhir surat, antara surat yang satu dengan surat yang lain dan begitulah seterusnya sehingga benar-benar tergambar bahwa AL-Qur’an itu merupakan satu kesatuan yang utuh dan menyeluruh.

B. Dasar-dasar Pemikiran Tentang Adanya Munasabah
Tokoh pertama yang mempelopori keberadaan Ilmu Munasabah ialah Abu Bakr An-Naysaburi (w. 324), yakni seorang alim berkebangsaan Irak yang sangat ahli dalam ilmu syari’ah dan kesustraan Arab. Tokoh lain yang turut berjasa bagi perkembangan Ilmu Munasabah ialah Al-Imam Fakhruddin Ar-Razi, ia menyatakan bahwa kebanyakan perbendaharaan Al-Qur’an jusru terletak pada rangkaian tata urutan dan pertaliannya. Sedangkan Ibnu Arabi melukiskan hubungan pertalian ayat-ayat Al-Qur’an antara sebagian dengan sebagian lainnya laksana satu kalimat yang sangat teratur maknanya dan tersusun (rapi) penjelasannya. Menurut Al-Imam Badaruddin Muhammad Bay Abdillah Az-Zarkasyi menyatakan bahwa: “Al-munasabah adalah ilmu yang sangat mulia, dengan ilmu ini bisa diukur kemampuan (kecerdasan) seseorang, dan dengan ilmu ini pula bisa diketahui kadar pengetahuan seseorang dalam mengemukakan pendapat/pendiriannnya”.
Sungguh pun ilmu munasabah itu tergolong kedalam ilmu yang baik dan keberadaannya dianggap signifikan oleh para ahli ilmu-ilmu Al-Qur’an, tidak berarti semua ulama setuju untuk menempatkan ilmu ini sebagai syarat mutlak dalam manafsirkan ayat-ayat Al-Qur’an. Izzuddin bin Abdus-Salam menyatakan: Ia mengakui keberadaan al-munasabah sebagai ilmu yang bagus, tetapi pada saat yang bersamaan, ia juga mengingatkan agar penggunaannya dibatasi dalam hal yang objektif (pembicaraannya) benar-benar memiliki keterkaitan sejak awal hingga akhir.
Senada dengan Izzuddin, yang mewakili sebagian ahli ilmu-ilmu Al-Qur’an masa klasik. Manna al-Qaththan dan Shubi as-Shalih yang mewakili ahli ilmu-ilmu Al-Qur’an kontemporer, juga tidak menyetujui pemaksaan ilmu munasabah untuk seluruh ayat Al-Qur’an. Menurut keduanya, sungguh tidak pada tempatnya seorang musafir memaksakan tali hubungan seluruh ayat Al-Qur’an. Alasannya ayat-ayat Al-Qur’an itu diturunkan dalam rangka menjawab berbagai pertanyaan dan kasus yang berbeda-beda sendiri yang memakan waktu cukup lama.

C. Macam macam Sifat Munasabah
a. Dzaahirul Irtibath (persesuaian yang nyata) atau persesuaian yang tampak jelas, yaitu yang persambungan atau persesuain antara bagian yang satu dengan yang lain tampak jelas dan kuat, karena kaitan kalimat yang satu dengan yang lain erat sekali, sehingga yang satu tidak bisa menjadi kalimat yang sempurna, jika dipisahkan dengan kalimat yang lain. Contohnya, seperti persambungan antara ayat 1 surat Al-Isra:
          
Artinya: “ Maha Suci Allah, yang memperjalankan hambah-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Agsha”.

Ayat tersebut menerangkan isra’ Nabi Muhammad SAW. Selanjutnya, ayat 2 surat Al-Isra tersebut yang berbunyi:
      
Artinya: “Dan kami berikan kepada Musa Kitab (Taurat) dan Kami jadikan kitab Taurat itu petunjuk bagi Bani Israel”.

Persesuaian antara kedua ayat tersebut ialah tampak jelas mengenai diutusnya kedua orang Nabi/Rasul tersebut.

b. Khafiyyul Irtibath (Persesuaian yang tidak jelas) atau samarnya persesuaian antara bagian Al-Qur’an dengan yang lain, sehigga tidak tampak adanya pertalian untuk keduanya, bahkan seolah-olah masing-masing ayat atau surat itu berdiri sendiri-sendiri, baik karena ayat yang satu itu diathafkan kepada yang lain, atau karena yang satu bertentangan dengan yang lain. Contohnya, seperti hubungan antara ayat 189 surat Al-Baqarah dengan ayat 190 surah Al-Baqarah tersebut berbunyi:
        ••  
Artinya: “ Mereka bertanya kepadamu tentang bulan tsabit. Katakanlah, bulan tsabit itu adalah tanda – tanda waktu bagi manusia dan ( bagi ibadah ) haji”.

Ayat tersebut menerangkan bulan tsabit/tanggal-tanggal untuk tanda-tanda waktu jadwal ibadah haji.

Sedangkan ayat 190 surat Al Bagarah berbunyi:
        
Artinya: “Dan perangilah di jalan Allah orang orang yang memerangi kalian, (tetapi) janganlah kalian melampaui batas.

Ayat tersebut menerangkan perintah menyerang kepada orang-orang yang menyerang umat Islam.

D. Macam-macam Materi Munasabah
1. Munasabah antar ayat, yaitu munasabah atau persambungan antara ayat yang satu dengan ayat yang lain.
2. Munasabah antar surat, yaitu munasabah atau persambungan antara surat yang satu dengan yang lain.

(dari berbagai sumber)

Iklan

9 Tanggapan

  1. ok mantabbb

    Suka

  2. ayat-ayat Allah memang terbukti kebenarannya 🙂 , kalian tahu kalo ada aplikasi pencari lafaz Alquran menggunakan huruf latin? meskipun panjang pendek dsb tidak tepat asal pengucapan benar dalam tuliasan bisa ketemu looh 😀 silahkan coba http://apps.cs.ipb.ac.id/lafzi/web/

    Suka

  3. Trimaksih….

    Suka

  4. makasih, sangat membantu 🙂

    Suka

  5. Mohon maaf, jika tulisan arabnya gak jelas…. silahkan buka saja di al-qur’an pada ayat di maksud. terima kasih

    Suka

  6. tulisan arabnya koq gak jelas,,,

    Suka

  7. mohon dilanjutkan dengan lebih detil lagi.
    wassalam

    Suka

  8. Mohon maaf kalau tulisan arabnya tidak jelas…..

    Suka

  9. Ijin save as, sayang tulisan arabnya ga jelas

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: