Nahi


NAHI
(larangan)

Definisi Nahi
Pembicaraan ulama dalam pembahasan tentang “amar” yang menyangkut hakikat, sikap dalam mengucapkan, dan kedudukan yang memberikannya, berlaku pula dalam pembicaraan tentang “nahi”. Hal ini pun berpengaruh dalam merumuskan definisi “nahi” tersebut.
1. Ulama yang mensyaratkan kedudukan yang lebih tinggi bagi yang menyuruh memberikan definisi sebagai berikut:
هو طلب الترك من الاعلى الى الأدنى
Artinya:
“Tuntutan untuk meninggalkan dari pihak yang lebih tinggi kepada yang lebih rendah”.
2. Ulama yang mempersyaratkan adanya sikap meninggi waktu menyampaikan nahi itu memberi definisi:
هو اقتضاء كفّ على وجه الاستعلاء
Artinya:
“Tuntutan untuk meninggalkan meninggi”.
3. Definisi yang lebih lengkap ialah:
هو طلب الكفّ على وجه الإلزام بلفظ غير نحو كفّ
Artinya:
“Tuntutan untuk meninggalkan secara pasti tidak menggunakan “Tinggalkanlah”, atau yang sejenisnya”.

Penunjukan atau Tuntutan Nahi
Nahi itu menuntut untuk meninggalkan suatu perbuatan dengan kata yang didahului oleh kata لا تفعل (la taf’al) atau yang sewazan dengan kata itu.
Dalam Al-Qur’an, nahi yang menggunakan kata larang itu mengandung beberapa maksud:
a. Untuk hukum haram. Misalnya firman Allah dalam Qs. Al Isra ayat 33:
  •    ………
Artinya:
“Janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya)”.
b. Untuk makruh. Misalnya sabda Nabi dalam hadits:
لا يمسن احدكم ذكره بيمينه وهو يبول
Artinya:
“Di antara kamu sekalian jangan memegang kemaluannya dengan tangan kanan ketika buang air kecil”.
c. Untuk mendidik. Misalnya firman allah dalam Qs. Al Maidah ayat 101:
           …….
Artinya:
“Janganlah kamu menanyakan hal-hal yang jika diterangkan kepadamu, niscaya menyusahkan kamu”.
d. Untuk do’a, dalam firman Allah Qs. Ali Imran ayat 8:
       ….

Artinya:
“Ya…Tuhan kami janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan setelah Engkau memberi petunjuk kepada kami”.
e. Untuk merendahkan. Firman Allah dalam Qs. Al Hijr ayat 88:
 •        …………
Artinya:
“Janganlah sekali-kali kamu menunjukkan pandanganmu kepada kenikmatan hidup yang telah Kami berikan kepada beberapa golongan di antara mereka (orang-orang kafir)”.
f. Untuk penjelasan akibat. Umpamanya firman allah dalam Qs. Ibrahim ayat 42:
        ……
Artinya:
“Janganlah sekali-kali kamu (Muhammad) mengira bahwa Allah lalai dari apa yang diperbuat oleh orang-orang yang zhalim”.
g. Untuk keputus-asaan. Umpamanya firman Allah dalam Qs. Al Tahrim ayat 7:
       …….
Artinya:
“Hai orang-orang kafir, janganlah kamu mengemukakan uzur pada hari ini”.

Hakikat Larangan
Untuk apa sebenarnya nahi itu dalam pengertian lughawi? Hal ini menjadi perbincangan di kalangan ulama. Pembicaraan dan pendapat yang berkembang dalam hal ini sama dengan pendapat yang berkembang dalam membicarakan hakikat amr. Yaitu:
1. Jumhur ulama yang berpendapat bahwa amr itu menurut hakikat ashalnya adalah untuk wujub, dan nahi itu adalah untuk haram, nahi baru bisa menjadi bukan haram bila ada dalil lain yang menunjukkannya. Dalam hal ini jumhur ulama mengemukakan sebuah kaidah yang populer:

Artinya:
“Asal dari larangan adalah untuk hukum haram”.
2. Ulama Mu’tazilah berpendapat bahwa hakikat amr adalah nadb (sunnah), dan nahi itu menimbulkan hukum karahah (makruh). Berlakunya untuk haram tidak diambil dari larangan itu sendiri, tetapi karena ada dalil lain yang memberi petunjuk.
3. Ulama yang berpendapat bahwa lafaz amr itu pengertiannya musytarak, dan nahi itu musytarak (pengertian ganda) antara beberapa meksud tersebut di atas.

2 Tanggapan

  1. Mksh, brmanfa’at bgt 🙂

    Suka

  2. ko tulisan arabnya ilang end klo bisa lebih elngkap lagi dong????????????????!11111

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: