The Real of Barokah


Apa sih… BAROKAH itu

Al Kisah pada suatu hari, Syeikh al-Imam Syaqiq al-Balkhi membeli buah semangka untuk istrinya. Saat disantapnya, ternyata buah semangka tersebut terasa hambar.

Dan, sang isteri pun marah.

Syeikh al-Imam Syaqiq menanggapi dengan tenang amarah istrinya itu, setelah selesai di dengarkan amarahnya, beliau bertanya kepada istrinya dengan halus:

“Kepada siapakah kau marah wahai istriku?
Kepada pedagang buahnya kah?
atau kepada pembelinya?
atau kepada petani yang menanamnya?
ataukah kepada yang Menciptakan Buah Semangka itu?”
Tanya Syeikh al-Imam Syaqiq

Baca lebih lanjut

Iklan

Sudah Saatnya


Tulisan ini saya dapat dari WA yang tiba-tiba di pagi yang sejuk nyasar di grup. Karena tulisan ini menurut saya sangat penting tuk membangunkan umat yang sudah terlelap. Oleh karena itu kepada penulis artikel ini saya mohon izin karena saya share di blog. Dan saya ucapkan terima kasih jaza kumullah khairal jazaa

———————–

Sudah Saatnya

Pagi itu, 26 Maret 1863, dengan jumawa Belanda menyatakan perang di wilayah Aceh. Penjajah ini sudah sangat yakin akan menang mudah. Meriam, oke. Senapan, lengkap. Prajurit, bugar. Menurut Belanda, dengan sekedar alat perang tradisional, Aceh takkan bisa bernafas panjang.

Sayangnya, dugaan itu meleset. Rakyat Aceh ternyata bukan lawan sembarangan. Mereka bukan seperti musuh-musuh Belanda sebelumnya yang bermental tempe. Orang-orang Aceh ini makin digertak, makin maju. Makin ditodong meriam, makin menjemput kematian.

Urusan perang Aceh sungguh kapiran bagi Belanda. Berpuluh tahun berperang, tak keluar seucap pun kata menyerah dari mulut rakyat serambi Mekkah. Belanda benar-benar menyesal telah menyatakan perang. Kerugian materi dari perang itu hampir membuat VOC bangkrut. Belum lagi jumlah korban jiwa dari pihak penjajah diprediksi menelan 100.000 prajurit!

Baca lebih lanjut

Tanda-tanda Orang Celaka


Dijelaskan dalam Kitab Nashaihul ‘Ibad karangan Imam Nawawi Al-Bantani disebutkan bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Tanda-tanda orang celaka ada empat yaitu:

Pertama, melupakan dosa-dosa masa lalu padahal semuanya tercatat dengan rapi di sisi Allah.

Kedua, mengenang kebaikan di masa lalu padahal belum diketahui diterima Allah atau tidak.

Ketiga, Dalam urusan dunia selalu memandang ke yang lebih atas.

Keempat, dalam urusan agama selalu memandang ke yang lebih rendah.

Kemudian disebutkan pula, tanda orang bahagia juga ada empat.

Baca lebih lanjut

Rumah Tangga Ideal


Rumah Tangga Ideal

Jika antum beranggapan bahwa Rumah Tangga ideal adalah rumah tangga yg selalu diisi oleh cinta, tertawa, kepuasan, bahagia, sayang, dan romantisme maka tidak akan pernah antum dapati rumah tangga yg seperti ini dan bersiaplah terus kecewa, karena hal ini mustahil didapat

Bukankah rumah tangga Manusia terbaik, yakni Rasulullah juga masih ada kemarahan, kecemburuan, dan ketegangan hubungan?

Dalam berumah tangga akan terus ada kemarahan, kesalahan, kekecewaan bahkan keletihan dan kebosanan.

Baca lebih lanjut

KH. Saifuddin Amsir


BIOGRAFI SINGKAT KH. SAIFUDDIN AMSIR

Siapa tak mengenal KH Saifuddin Amsir? Warga Nahdliyin Jakarta pasti mengenal kiai kharismatik ini. Saifuddin bin Amsir Naiman al-Batawiy adalah salah seorang ulama Betawi (sebutan Jakarta tempo dulu) terkemuka abad ke-21. Ia dikenal sebagai seorang ulama yang sangat berpengaruh di Jakarta. <>

Beberapa karya yang telah diraciknya dari pelbagai literatur klasik karangan para sarjana masa lalu merupakan bukti kecerdasan dan keluasan ilmu yang dimiliki KH Saifuddin Amsir.

Baca lebih lanjut

Tentukan Perubahan – Jangan Menunggu


Tentukan Perubahan – Jangan Menunggu*)

Banyak orang yang suka mengeluh dalam hidupnya. Misalnya, dengan menyalahkan nasib buruk yang menimpanya.

Tentu saja cara ini tidak akan pernah menjadikan kehidupannya menjadi lebih baik, bukan? Ada pepatah bijak mengatakan: “You cannot chance the wind direction, but you can only chance your wing direction”

Kita tidak akan pernah bisa merubah arah angin, yang dapat kita lakukan adalah mengubah arah sayap. Dengan kata lain… “Realita” kehidupan tidak akan berubah kecuali kita sendirilah yang mengubah ‘sudut pandang’ terhadap realita yang ada! Fakta: “Tidak ada seorang pun yang memilih kita untuk sukses. Kita sendirilah yang menentukan pilihan tersebut!”

Kebanyakan orang akan tertarik sejenak ketika diingatkan akan hal di atas, tapi kemudian berlalu kembali…. Sementara waktu terus berjalan, dan akhirnya tidak pernah ada perubahan dalam hidupnya!

Sangat disayangkan. Seringkali orang tidak berani melakukan perubahan dalam hidupnya. Dia hanya menunggu, dan menunggu adanya perubahan tersebut.

Menunggu bantuan orang lain, menunggu bantuan teman untuk mendapatkan pekerjaan yang enak, sampai menunggu warisan 😉

Sekarang logikanya, jika memang hanya dengan menunggu perubahan itu akan datang, maka jumlah orang sukses seharusnya jauh lebih banyak.

Bukankah kenyatannya tidak demikian? Lalu, jika ingin sukses, apa yang seharusnya kita lakukan?

Ciptakan perubahan! Jangan selalu menunggu orang lain. Baca lebih lanjut

Wasiat Buat Pendidik


Wasiat Untuk Para Pendidik

Kata wasiat terambil dari kata washshaitu, asy-syaia, uushiihi, artinya aushaituhu (aku menyampaikan sesuatu). Secara istilah wasiat adalah pemberian seseorang kepada orang lain (berupa barang, piutang atau manfaat) untuk dimiliki oleh si penerima sesudah orang yang berwasiat mati. Sebagian ahli fikih mendefinisikan wasiat itu adalah pemberian hak milik secara sukarela yang dilaksanakan setelah pemberinya mati.

Dalam hal ini wasiat yang dimaksud adalah pemberian wejangan seseorang kepada para pendidik, agar dalam menjalankan tugasnya tidak main-main (sekedar menjalankan kewajibannya sebagai pendidik). Akan tetapi ia menjalankan tugasnya dengan penuh tanggung jawab baik secara moral maupun secara pengetahuan. Baca lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: