Wasiat Buat Pendidik


Wasiat Untuk Para Pendidik

Kata wasiat terambil dari kata washshaitu, asy-syaia, uushiihi, artinya aushaituhu (aku menyampaikan sesuatu). Secara istilah wasiat adalah pemberian seseorang kepada orang lain (berupa barang, piutang atau manfaat) untuk dimiliki oleh si penerima sesudah orang yang berwasiat mati. Sebagian ahli fikih mendefinisikan wasiat itu adalah pemberian hak milik secara sukarela yang dilaksanakan setelah pemberinya mati.

Dalam hal ini wasiat yang dimaksud adalah pemberian wejangan seseorang kepada para pendidik, agar dalam menjalankan tugasnya tidak main-main (sekedar menjalankan kewajibannya sebagai pendidik). Akan tetapi ia menjalankan tugasnya dengan penuh tanggung jawab baik secara moral maupun secara pengetahuan. Baca lebih lanjut

Iklan

IBADAH MAHDOH


IBADAH MAHDOH

Setiap manusia yang dilahirkan dan diciptakan oleh Allah SWT ke muka bumi pada intinya adalah untuk beribadah atau mengabdi kepada-Nya. Pengabdian merupakan penyerahan mutlak dan kepatuhan sepenuhnya secara lahir dan batin seorang hamba kepada sang pencipta. Semua itu dilakukan dengan kesadaran, baik sebagai orang-seorang dalam masyarakat maupun secara bersama-sama dalam hubungan tegak lurus antara manusia dengan Khalik-Nya dan hubungan garis mendatar antara manusia dengan sesama makhluk. Baca lebih lanjut

Yakinlah Dengan Diri Sendiri


Kisah seekor Kura-kura (Sebuah Renungan Diri)

Seekor ikan bertanya kepada Kura-kura :
“Mengapa setiap kali kamu mengalami masalah selalu bersembunyi, masuk ke dalam cangkangmu…?”

Kura-kura menjawab :
“Apa penting pertanyaan itu aku jawab ?”

Ikan berkata :
“Semua mahluk di perairan ini mempertanyakan sifat-mu yang selalu bersembunyi jika ada masalah!” Baca lebih lanjut

Arti Sunah


ARTI SUNAH

Kalau kita ditanya apa arti Sunah, pasti jawabannya: kalau di kerjakan dapat pahala dan kalau tidak di kerjakan tidak apa-apa.

Padahal kalau kita mengerjakan Shalat Sunnah Rawatib 12 rakaat, ALLAH menjanjikan rumah di Surga. Bayangkan kalau kita mengerjakannya setiap hari; Kalau kita Shalat Sunnah Fajar, pahalanya lebih baik dari dunia dan seisinya; Seseorag yang Shalat Tahajjud,  ALLAH mudahkan urusannya, doa-doanya terkabul dan ALLAH angkat derajatnya ke tempat yang terpuji. Dijamin masuk Surga dan selamat dari adzab neraka dan dicatat sebagai orang yang berdzikir kepada ALLAH; Kalau kita Shalat Dhuha 2 rakaat, itu sudah mencukupi sedekah 360 persendian dan ALLAH jamin rezekinya; Seseorang yang Shalat ke Masjid, tiap langkahnya diangkat satu derajat dan dihapuskan satu dosa sampai ia masuk ke Masjid. Apabila ia di dalam Masjid, akan dianggap mengerjakan Shalat selama menunggu hingga Shalat dilaksanakan, dan Malaikat terus mendoakannya. Baca lebih lanjut

Renungan Kesehatan


RENUNGAN KESEHATAN

Hidup adalah sesuatu yang setiap orang pasti mengalami dan ingin terus hidup, terutama hidup dalam kebahagiaan. Kebahagiaan yang dimaksud adalah kebahagiaan hati yang selalu tentram dalam menjalankan hidup. Ketentraman hati akan selalu terjaga jika kita ingat kepada Sang Pencipta dimana pun kita berada. Oleh karena itu hidup yang bermakna adalah hidup yang selalu didalamnya ada rasa cinta pada Sang Pencipta.

Selain itu kita juga harus terus menjaga kehidupan dengan sesuatu yang baik dan bermanfaat tuk diri sendiri dan terutama untuk orang lain. Oleh karenanya selagi kita sehat, manfaatkan waktu sehat dengan hal-hal yang bermanfaat dan berguna. Karena sehat itu adalah hal yang dapat kita jaga dengan murah tanpa biaya, yakni dengan menjaga pola hidup secara sehat. Karena kalau sehat itu sudah tidak adalah dalam tubuh, maka harus dibayar dengan mahal kesehatan itu.

Kesehatan yang kita miliki harus kita syukuri sebagai karunia Allah swt yang menjadi berkah tubuh kita. “sehat adalah karunia yang tak ternilai”, apalah artinya hidup kalau tidak sehat. Hidup tak manfaat kalau kita tidak sehat. “Jaga sehatmu sebelum datang sakitmu”

Semoga manfaat.

Sempatkan Untuk Mendengar!


Sempatkan Untuk Mendengar!*)

Banyak orang bisa “berkata”, namun sedikit yang mau “mendengar”. Padahal jika kita mau kembali ke hukum alam, seharusnya kita harus lebih banyak mendengar daripada bicara. Bukankah Tuhan memberi kita dua telinga dan hanya satu mulut?

Begitupun jika kita saksikan pada bayi yang baru lahir. Indra pendengaran lebih dulu berfungsi daripada yang lainnya. Lalu, mengapa mendengar lebih susah daripada berbicara?

Meski secara kasat mata mendengar adalah hal yang gampang, namun nyatanya banyak orang yang lebih suka didengarkan daripada mendengarkan. Baca lebih lanjut

KUNCI HIDUP LEBIH BAIK


KUNCI UNTUK MEMBUAT HIDUP LEBIH BAIK

Dikutip dari Buku Karya Ausberg berjudul “THE LAST LECTURE (Pengajaran Terakhir) yang menjadi salah satu buku best-seller di tahun 2007, disebutkan bahwa untuk membuat hidup lebih baik kita harus memperhatikan dan menjalankan aspek Personality, Community dan Life, aspek-aspek tersebut dapat diuraikan sebagai berikut: Baca lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: