Renungan Kesehatan


RENUNGAN KESEHATAN

Hidup adalah sesuatu yang setiap orang pasti mengalami dan ingin terus hidup, terutama hidup dalam kebahagiaan. Kebahagiaan yang dimaksud adalah kebahagiaan hati yang selalu tentram dalam menjalankan hidup. Ketentraman hati akan selalu terjaga jika kita ingat kepada Sang Pencipta dimana pun kita berada. Oleh karena itu hidup yang bermakna adalah hidup yang selalu didalamnya ada rasa cinta pada Sang Pencipta.

Selain itu kita juga harus terus menjaga kehidupan dengan sesuatu yang baik dan bermanfaat tuk diri sendiri dan terutama untuk orang lain. Oleh karenanya selagi kita sehat, manfaatkan waktu sehat dengan hal-hal yang bermanfaat dan berguna. Karena sehat itu adalah hal yang dapat kita jaga dengan murah tanpa biaya, yakni dengan menjaga pola hidup secara sehat. Karena kalau sehat itu sudah tidak adalah dalam tubuh, maka harus dibayar dengan mahal kesehatan itu.

Kesehatan yang kita miliki harus kita syukuri sebagai karunia Allah swt yang menjadi berkah tubuh kita. “sehat adalah karunia yang tak ternilai”, apalah artinya hidup kalau tidak sehat. Hidup tak manfaat kalau kita tidak sehat. “Jaga sehatmu sebelum datang sakitmu”

Semoga manfaat.

Iklan

Sempatkan Untuk Mendengar!


Sempatkan Untuk Mendengar!*)

Banyak orang bisa “berkata”, namun sedikit yang mau “mendengar”. Padahal jika kita mau kembali ke hukum alam, seharusnya kita harus lebih banyak mendengar daripada bicara. Bukankah Tuhan memberi kita dua telinga dan hanya satu mulut?

Begitupun jika kita saksikan pada bayi yang baru lahir. Indra pendengaran lebih dulu berfungsi daripada yang lainnya. Lalu, mengapa mendengar lebih susah daripada berbicara?

Meski secara kasat mata mendengar adalah hal yang gampang, namun nyatanya banyak orang yang lebih suka didengarkan daripada mendengarkan. Baca lebih lanjut

KUNCI HIDUP LEBIH BAIK


KUNCI UNTUK MEMBUAT HIDUP LEBIH BAIK

Dikutip dari Buku Karya Ausberg berjudul “THE LAST LECTURE (Pengajaran Terakhir) yang menjadi salah satu buku best-seller di tahun 2007, disebutkan bahwa untuk membuat hidup lebih baik kita harus memperhatikan dan menjalankan aspek Personality, Community dan Life, aspek-aspek tersebut dapat diuraikan sebagai berikut: Baca lebih lanjut

Membuat Video dengan Tulisan Tangan


Membuat Video dengan Efek Tulisan Tangan

Sparkol adalah aplikasi yang digunakan untuk membuat sebuah video dengan animasi tulis tangan. Aplikasi ini sangat berguna untuk membuat sebuah profil sebuah organisasi dengan animasi yang keren. Untuk menggunakannya. Silahkan ikuti langkah berikut: Baca lebih lanjut

Guru Pembelajar


Guru Pembelajar (Juknis dan Modul)

Menurut Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Anies Baswedan), Guru pembelajar adalah guru yang ideal yang terus belajar dan mengembangkan (upgrade) diri di setiap saat dan di manapun. Guru terus belajar dan mengembangkan diri bukan untuk pemerintah atau kepala sekolah, tapi memang sejatinya setiap pendidik atau guru adalah pembelajar. Hanya dari guru yang terus belajar dan berkarya akan muncul generasi pembelajar sepanjang hayat yang terus menerus berkontribusi pada masyarakat dan lingkungannya. Guru pembelajar adalah guru yang senantiasa terus belajar selama dia mengabdikan dirinya di dunia pendidikan. Oleh karena itu, ketika seorang guru memutuskan untuk berhenti atau tidak mau belajar maka pada saat itu dia berhenti menjadi guru atau pendidik. Baca lebih lanjut

Indikator Minat


INDIKATOR MINAT DALAM BELAJAR

hidung manusiaIndikator untuk menentukan minat belajar seseorang dapat dilihat pada 5 aspek yaitu: (1) Rajin dalam belajar, (2) Tekun dalam belajar, (3) Rajin dalam mengerjakan tugas, (4) Memiliki jadwal belajar, dan (5) Disiplin dalam belajar. Berikut ini akan dijelaskan masing-masing indikator minat belajar tersebut secara singkat. Baca lebih lanjut

Cara Membentuk Kebiasaan


CARA MEMBENTUK KEBIASAAN

Cara yang dilakukan dalam rangka membentuk moralitas anak dengan cara mengontrol gerak-gerik mereka dan membiasakan anak dengan amalan-amalan yang dikerjakan dan yang diucapkan. Tujuan utama dari pembentukan kebiasaan adalah penanaman moral yang baik pada diri anak-anak.

Manusia ditakdirkan untuk mengenal nilai-nilai dan menilai mana yang baik serta mana yang buruk, maka dalam pembentukan kebiasaan ini seorang guru telah menentukan baik dan buruk menurut tarafnya. Untuk memudahkan pelaksanaannya maka pembentukan kebiasaan tersebut memerlukan alat dalam pelaksanaannya. Alat-alat tersebut adalah: Baca lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: