Dia Bukan Pengemis


Pada siang ini kira-kira pukul 14.20 selepas jalan, saya sempatkan baca WA yang biasa ada di grup HP ku. WA di Hp ku banyak sekali grup: ada grup alumni SD, grup Alumni MTs, grup alumni kuliah, grup kerja dan masih banyak lagi. Pokoknya isi WA HP ku penuh dengan grup.

Dari sekian banyak grup yang ku baca, ada satu grup yang pesannya menarik perhatian saya. Alhasil pesan itu saya baca dengan judul, seperti dibawah ini:

Baca lebih lanjut

Iklan

The Real of Barokah


Apa sih… BAROKAH itu

Al Kisah pada suatu hari, Syeikh al-Imam Syaqiq al-Balkhi membeli buah semangka untuk istrinya. Saat disantapnya, ternyata buah semangka tersebut terasa hambar.

Dan, sang isteri pun marah.

Syeikh al-Imam Syaqiq menanggapi dengan tenang amarah istrinya itu, setelah selesai di dengarkan amarahnya, beliau bertanya kepada istrinya dengan halus:

“Kepada siapakah kau marah wahai istriku?
Kepada pedagang buahnya kah?
atau kepada pembelinya?
atau kepada petani yang menanamnya?
ataukah kepada yang Menciptakan Buah Semangka itu?”
Tanya Syeikh al-Imam Syaqiq

Baca lebih lanjut

Sudah Saatnya


Tulisan ini saya dapat dari WA yang tiba-tiba di pagi yang sejuk nyasar di grup. Karena tulisan ini menurut saya sangat penting tuk membangunkan umat yang sudah terlelap. Oleh karena itu kepada penulis artikel ini saya mohon izin karena saya share di blog. Dan saya ucapkan terima kasih jaza kumullah khairal jazaa

———————–

Sudah Saatnya

Pagi itu, 26 Maret 1863, dengan jumawa Belanda menyatakan perang di wilayah Aceh. Penjajah ini sudah sangat yakin akan menang mudah. Meriam, oke. Senapan, lengkap. Prajurit, bugar. Menurut Belanda, dengan sekedar alat perang tradisional, Aceh takkan bisa bernafas panjang.

Sayangnya, dugaan itu meleset. Rakyat Aceh ternyata bukan lawan sembarangan. Mereka bukan seperti musuh-musuh Belanda sebelumnya yang bermental tempe. Orang-orang Aceh ini makin digertak, makin maju. Makin ditodong meriam, makin menjemput kematian.

Urusan perang Aceh sungguh kapiran bagi Belanda. Berpuluh tahun berperang, tak keluar seucap pun kata menyerah dari mulut rakyat serambi Mekkah. Belanda benar-benar menyesal telah menyatakan perang. Kerugian materi dari perang itu hampir membuat VOC bangkrut. Belum lagi jumlah korban jiwa dari pihak penjajah diprediksi menelan 100.000 prajurit!

Baca lebih lanjut

Tanda-tanda Orang Celaka


Dijelaskan dalam Kitab Nashaihul ‘Ibad karangan Imam Nawawi Al-Bantani disebutkan bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Tanda-tanda orang celaka ada empat yaitu:

Pertama, melupakan dosa-dosa masa lalu padahal semuanya tercatat dengan rapi di sisi Allah.

Kedua, mengenang kebaikan di masa lalu padahal belum diketahui diterima Allah atau tidak.

Ketiga, Dalam urusan dunia selalu memandang ke yang lebih atas.

Keempat, dalam urusan agama selalu memandang ke yang lebih rendah.

Kemudian disebutkan pula, tanda orang bahagia juga ada empat.

Baca lebih lanjut

Rumah Tangga Ideal


Rumah Tangga Ideal

Jika antum beranggapan bahwa Rumah Tangga ideal adalah rumah tangga yg selalu diisi oleh cinta, tertawa, kepuasan, bahagia, sayang, dan romantisme maka tidak akan pernah antum dapati rumah tangga yg seperti ini dan bersiaplah terus kecewa, karena hal ini mustahil didapat

Bukankah rumah tangga Manusia terbaik, yakni Rasulullah juga masih ada kemarahan, kecemburuan, dan ketegangan hubungan?

Dalam berumah tangga akan terus ada kemarahan, kesalahan, kekecewaan bahkan keletihan dan kebosanan.

Baca lebih lanjut

KH. Saifuddin Amsir


BIOGRAFI SINGKAT KH. SAIFUDDIN AMSIR

Siapa tak mengenal KH Saifuddin Amsir? Warga Nahdliyin Jakarta pasti mengenal kiai kharismatik ini. Saifuddin bin Amsir Naiman al-Batawiy adalah salah seorang ulama Betawi (sebutan Jakarta tempo dulu) terkemuka abad ke-21. Ia dikenal sebagai seorang ulama yang sangat berpengaruh di Jakarta. <>

Beberapa karya yang telah diraciknya dari pelbagai literatur klasik karangan para sarjana masa lalu merupakan bukti kecerdasan dan keluasan ilmu yang dimiliki KH Saifuddin Amsir.

Baca lebih lanjut

Arti Sunah


ARTI SUNAH

Kalau kita ditanya apa arti Sunah, pasti jawabannya: kalau di kerjakan dapat pahala dan kalau tidak di kerjakan tidak apa-apa.

Padahal kalau kita mengerjakan Shalat Sunnah Rawatib 12 rakaat, ALLAH menjanjikan rumah di Surga. Bayangkan kalau kita mengerjakannya setiap hari; Kalau kita Shalat Sunnah Fajar, pahalanya lebih baik dari dunia dan seisinya; Seseorag yang Shalat Tahajjud,  ALLAH mudahkan urusannya, doa-doanya terkabul dan ALLAH angkat derajatnya ke tempat yang terpuji. Dijamin masuk Surga dan selamat dari adzab neraka dan dicatat sebagai orang yang berdzikir kepada ALLAH; Kalau kita Shalat Dhuha 2 rakaat, itu sudah mencukupi sedekah 360 persendian dan ALLAH jamin rezekinya; Seseorang yang Shalat ke Masjid, tiap langkahnya diangkat satu derajat dan dihapuskan satu dosa sampai ia masuk ke Masjid. Apabila ia di dalam Masjid, akan dianggap mengerjakan Shalat selama menunggu hingga Shalat dilaksanakan, dan Malaikat terus mendoakannya. Baca lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: