Dunia Ilmu

Rumah Pengetahuan Indonesia

Pernikahan Sebagai Pembentukan Keluarga

PERNIKAHAN SEBAGAI
PEMBENTUKAN KELUARGA
0188
A. Pengertian Nikah
Nikah menurut bahasa adalah, “berkumpul”, sedangkan nikah menurut istilah syara’ adalah : Suatu akad yang mengandung dihalalkannya jima’ bersetubuh diantara laki-laki dan perempuan dengan lafal nikah atau Tazwij
Sedangkan arti nikah menurut Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974 Pasal 1 merumuskan bahwa : “Perkawinan adalah ikatan lahir dan batin antara seorang pria dengan seorang perempuan sebagai suami istri dengan tujuan membentuk keluarga yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa”.
Dari pengertian di atas tersebut, dapat diambil pengertian bahwa, perkawinan itu bukan hanya sekedar ikatan lahir dan batin tetapi merupakan sintesa antara keduanya. Sebagai ikatan lahir artinya bahwa pernikahan itu merupakan hubungan hukum antara seorang pria dan wanita untuk hidup bersama sebagai suami istri. Sedangkan sebagai ikatan batin perkawinan adalah merupakan ikatan jiwa, atas dasar kemauan, kesanggupan dan kerelaan untuk hidup bersama sebagai suami isteri.
Nikah adalah syari’at yang terdahulu dan terakhir, syari’at yang terdahulu karena nikah itu disyari’atkan semenjak Nabi Adam A.S. di dalam surga, yaitu dengan Siti Hawa sebelum disyari’atkannya yang lain. Sedangkan nikah dikatakan syari’t yang terakhir karena ia tetap ada hingga di surga nanti, berbeda dengan syari’at shalat, zakat, puasa dan syari’at-syari’at yang lainnya yang adanya hanya di dunia saja. Namun pernikahan di dunia ini berbeda dengan di surga nanti misalnya di dunia tidak boleh seorang laki-laki, menikahi saudara perempuannya yang masih mahramnya, tetapi di surga boleh seorang laki-laki menikahi saudara perempuannya yang masih mahramnya asalkan bukan ushul atau furu’. Jadi ada benarnya perkataan seorang Sufi, bahwa : Baca selebihnya »

Oktober 29, 2009 Ditulis oleh ridwan202 | Artikel | , | & Komentar

Meningkatkan Daya Ingat

0070Meningkatkan Daya Ingat

Banyak benan pikiran dan bertambahnya bobot pekerjaan seringkali membuat kita lupa akan hal-hal kecil dan sukar mengingat. Untuk itu perlu adanya daya ingat yang kuat yakni dengan:

1. Latihan
Latihan memori atau ingatan dengan kegiatan yang mampu meningkatkan daya ingat, misalnya dengan mengisi teka-teki silang dan sebagainya.

2. Relaksasi
Kendorkan ketegangan seluruh oto tubuh sebelum mempelajari sesuatu yang baru. Relaksasi oto dipercaya dapat mengurangi kecemasan yang sering dirasakan seseorang ketika berusaha mempelajari hal baru.

3. Jaga Kesehatan
Mulailah gaya hidup sehat dengan cara berolahraga teratur. Semakin sehat tubuh kita, semakin kuat pula daya ingat kita.

4. Pola Makan
Perbanyak makan yang banyak mengandung riboflavin, thiamine, dan vitamin B yang dapat meningkatkan kemampuan otak untuk mengingat. Atur pula pola makan dengan cara makan secukupnya, kurangi lemak, perbanyak minum air putih dan konsumsi makanan yang banyak mengandung omega-3, karbohidrat dan anti oksidan (contohnya buah-buahan).

5. Istirahat Cukup
Kurang tidur dapat mengurangi kemampuan seseorang untuk mengingatkan informasi yang kompleks. Otak memerlukan tidur untuk mempertahankan kemampuan mengingat informasi yang kompleks.

6. Kurangi Stress
Stress akan menyebabkan tubuh memproduksi cortisol, yang akan melemahkan ingatan dan memperkecil ukuran otak tengah yang menjadi pusat memori manusia

7. Libatkan emosi
Peningkatan ingatan tentang suatu kejadian terkait erat dengan peningkatan emosi. Pengalaman yang melibatkan emosi akan lebih mudah diingat daripada pengalaman biasa.

(dari berbagai sumber & Harian Bisnis Jakarta, edisi 25 Agustu 2008)

Oktober 29, 2009 Ditulis oleh ridwan202 | Artikel | , , | 1 Komentar

Selamat Idul Fitri 1430 H

Kami ucapkan:
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1430 H
تقبل اااه من و منكم تقبل يا كريم
Mohon Maaf Lahir dan Bathin

September 19, 2009 Ditulis oleh ridwan202 | Uncategorized | | No Comments Yet

RPP dan Silabus SMP/MTs

Untuk mempermudah para guru dalam menjalankan aktifitas KBMnya, Berikut saya tampilkan RPP dan Silabus semua bidang studi tingkat SMP/MTs yang di format dalam bentuk .RAR, PDF, dan Doc. semoga bermanfaat.

1. Bidang Studi TIK: kelas VII, VIII, dan IX

2. Bidang Studi Bahasa Indonesia:Kelas VII, VIII, dan IX

3. Bidang Studi PKn: kelas VII, VIII, dan IX

4. Bidang Studi Penjaskes: Kelas VII, Kelas VIII, dan Kelas IX

5. Bidang Studi Seni Budaya: Kelas VII, VIII, dan IX

6. Bidang Studi SEjarah Kebudayaan Islam (untuk MTs): Kelas VII, VIII, dan IX

7. Bidang Studi Qur’an Hadits (untuk MTs): Kelas VII, VIII, IX

8. Bidang Studi Fiqh (untuk MTs): Kelas VII, VIII, dan IX

9. Bidang Studi Bahasa Arab (untuk MTs): Kelas VII, VIII, dan IX

10. Bidang Studi Aqidah Akhlaq (untuk MTs): Kelas VII, VIII, dan IX

11. Bidang Studi Agama Islam (PAI): Kelas VII, VIII, dan IX

12. Bidang Studi Matematika: Kelas VII, VIII, dan IX

13. Bidang Studi IPA: Kelas VII, VIII, dan IX

14. Bidang Studi Bahasa Inggris: Kelas VII, VIII, dan IX

15. Bidang Studi IPS Terpadu: Kelas VII, Kelas VIII, Kelas IX

Juli 30, 2009 Ditulis oleh ridwan202 | Uncategorized | | & Komentar

Guru Agama dan Pembinaan Akhlak Siswa

GURU AGAMA DAN PEMBINAAN AKHLAK SISWA

A.    Pengertian Guru Agama

Guru agama atau pendidik ialah: orang yang memikul tanggung jawab untuk membimbing. Guru tidak sama dengan pengajar, sebab pengajar itu hanya sekedar menyampaikan materi pelajaran kepada murid. Prestasi yang tertinggi yang dapat dicapai oleh seorang pengajar apabila ia berhasil membuat pelajar memahami dan menguasai materi pelajaran yang diajarkan kepadanya. Tetapi seorang pendidik bukan hanya bertanggungjawab menyampaikan materi pengajaran kepada murid saja tetapi juga membentuk kepribadian seorang anak didik bernilai tinggi. Baca selebihnya »

Mei 25, 2009 Ditulis oleh ridwan202 | Artikel | , , | 1 Komentar

Keberhasilan Pengajaran

KEBERHASILAN PENGAJARAN

A. Pengertian Keberhasilan Pengajaran
Keberhasilan adalah akhir dari sebuah proses yang dilakukan oleh seorang dalam upaya mencapai suatu tujuan secara maksimal dan terarah. Keberhasilan sebuah pengajaran bahasa tergantung kepada berbagai faktor yang menunjang diantaranya buku yang dipergunakan dan pendidik (guru) yang yang mengajarkannya.
Pengajaran sebenarnya sudah dimulai sejak Nabi Adam AS. Para ahli pendidikan telah mencoba merumuskan batasan pengertian tentang pengajaran, diantaranya seperti dikatakan Prof. Dr. Hasan Langgulung bahwa pengajaran adalah: “Pemindahan Baca selebihnya »

April 28, 2009 Ditulis oleh ridwan202 | Artikel | , , | 1 Komentar

Pembelajaran Kontekstual

PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL

Kesadaran perlunya pendekatan kontekstual dalam pembelajaran didasarkan adanya kenyataan bahwa sebagian besar siswa tidak mampu menghubungkan apa yang mereka pelajari dengan bagaimana pemanfaatannya dalam kehidupan nyata. Hal ini karena pemahaman konsep akademik yang mereka peroleh hanyalah merupakan sesuatu yang abstrak, belum menyentuh kebutuhan praktis kehidupan mereka, baik dilingkungan kerja maupun di masyarakat. Karena pembelajaran yang mereka terima selama ini hanyalah mengutamakan tingkat hapalan dari sekian rentetan topic atau pokok bahasan, tetapi tidak diikuti dengan pemahaman atau pengertian yang mendalam yang bisa diterapkan ketika mereka berhadapan dengan situasi baru dalam kehidupannya. Baca selebihnya »

April 28, 2009 Ditulis oleh ridwan202 | Artikel | , | & Komentar

Kekuatan Pikiran Bawah Sadar

Kekuatan Pikiran Bawah Sadar
Sumber: http://motivasi-winner.com/?p=26

“Pemborosan yang paling besar adalah di tanah pekuburan, karena mati sebelum dapat mengoptimalkan seluruh potensi.” (Andrew Ho)

Manusia memiliki kekuatan yang luar biasa untuk menciptakan mahakarya. Kekuatan terbesar dalam diri manusia itu terdapat pada pikiran. Tetapi kita jarang membuktikan kekuatan pikiran tersebut, sebab kita sering terjebak dalam zona nyaman atau kebiasaan tertentu. Sehingga selamanya tidak dapat mencari kemungkinan yang lebih baik atau perubahan nasib yang berarti.

Oleh karena itu milikilah target yang lebih tinggi untuk merangsang kekuatan dalam pikiran tersebut. Sebab target atau sasaran baru yang dipikirkan itu akan menggerakkan diri kita untuk melaksanakan tindakan. Apalagi jika diyakini target tersebut bakal tercapai, maka diri kita akan lebih siap menghadapi tantangan yang ada.
Baca selebihnya »

April 24, 2009 Ditulis oleh ridwan202 | Artikel | , , , | & Komentar

Prediksi Soal UN 2009 SMA dan SMP

Bagi yang ingin coba-coba melihat soal UN tingkat SMA tahun 2009, berikut adalah Prediksi soal UN 2009 & Kunci nya dapat di download di:

Soal Matematika http://www.ziddu.com/download/4130478/pre-matematika-un-sma-2009.pdf.html

Soal Biologi http://www.ziddu.com/download/4130303/pre-biologi-un-sma-2009.pdf.html

Soal Fisika http://www.ziddu.com/download/4129331/pre-bahasa-inggris-un-sma-2009.pdf.html

Soal B. Indonesia http://www.ziddu.com/download/4129248/pre-bahasa-indonesia-un-sma-2009.pdf.html

Soal Kimia http://www.ziddu.com/download/4285101/pre-kimia-un-sma-2009.pdf.html

Kunci Jawaban Prediksi UN 2009 http://www.ziddu.com/download/4285110/kunci-jawaban-pre-un-sma-2009.pdf.html

Adapun untuk tingkat SMP silahkan kunjungi dan download, dengan alamat:

http://www.banksoal.sebarin.com/category/ujian-nasional-smp/un-smp-2009

April 19, 2009 Ditulis oleh ridwan202 | Uncategorized | , | 1 Komentar

AKHLAK SISWA

AKHLAK SISWA TERHADAP GURU

Siswa adalah orang yang belajar kepada guru, siswa pula yang menentukan kualitas ajar seorang guru. Jika siswanya kurang pintar setelah mendapat pendidikan, maka ada dua kemungkinan, yakni: siswanya kurang mencerna pelajaran yang ditransfer guru (atau sang guru tidak dapat memberikan metode terbaik pada saat pelajaran diberikan), atau sang siswa tidak mampu mengikuti pelajaran yang diberikan guru.

Dua kemungkinan di atas, sangatlah lumrah. Yang pasti sang guru tidak mau disalahkan alias guru beralasan bahwa siswa tersebut memang tidak mampu mengikuti pelajaran (siswanya ber-IQ rendah). Kalau mau jujur, guru pun harus dapat mengevaluasi metode yang digunakan dalam pendidikan, apakah sesuai dengan tingkat kecerdasan, tingkat usia, tingkat emosi dan sebagainya. Hal ini perlu dilakukan oleh seorang guru, agar ilmu yang ditransfer dapat diterima dengan baik. Selain itu seorang siswa pun harus mengakomodir segala yang diberitakan oleh guru dalam segala hal yang berhubungan dengan pendidikan, dengan tujuan agar siswanya itu menjadi orang yang berguna. Baca selebihnya »

Maret 12, 2009 Ditulis oleh ridwan202 | Artikel | , , , | & Komentar